Pemkab Sidoarjo Bergegas Tangani Jembatan Ambrol di Desa Kedungpeluk

Avatar of Jurnalis: Setyawan
IMG 20240716 181344
Plt. Bupati Sidoarjo Subandi, didampingi sejumlah pejabat terkait meninjau jembatan ambrol di Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Selasa (16/7/2024). (Eko Setyawan/Kabarterdepan.com)

Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Bangunan jembatan utama di Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi, Sidoarjo ambrol, Selasa (16/7/2024).

Dua ujung jembatan yang membentang dari Timur ke Barat itu retak. Sisi tengahnya menjuntai, jatuh ke dalam aliran sungai.

Informasi terhimpun, peristiwa ambrolnya jembatan, terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Itu, hingga menjadi tontonan warga sekitar.

Ambrolnya jembatan, berdampak untuk aktivitas penduduk desa di ujung Timur wilayah Kota Delta (sebutan Kabupaten Sidoarjo).

Sebab, jembatan sepanjang 21 meter lebih, dengan lebar 3 meter itu, merupakan satu-satunya akses jalan warga menuju kawasan daerah lain.

Terlebih, wilayah desa yang dihuni sekitar 3800 warga itu, rata-rata warganya adalah petani tambak udang. Yang sangat membutuhkan akses jalan yang baik, untuk memperlancar penjualan hasil tambaknya.

Kini, mereka harus rela menunggu, hingga pembangunan jembatan darurat (bailey) selesai dikerjakan pemerintah daerah (Pemda) setempat.

Kepala Desa Kedungpeluk Muhammad Madenah menyampaikan, sebelum ambrol, bangunan jembatan Tahun 1975 itu, sudah mengalami retakan di sejumlah sisi. Pihaknya sudah melaporkan hal tersebut kepada pihak Kecamatan Candi.

“Karena ambrol, sementara satu-satunya akses jalan untuk warga ya, melintas di pinggir area Dum Sungai. Yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua saja,” ujarnya.

Akses jalan alternatif warga di sisi Utara Dum Sungai itu, berukuran sekitar 1 meter. Hanya cukup dilintasi oleh satu kendaraan roda dua. Warga yang hendak melintas pun harus antre. Bergantian melintas, saat mereka berpapasan.

Melalui akses jalan itulah, juga dimanfaatkan oleh salah satu petani tambak udang. Yaitu, Kusnadi, yang mengangkut hasil tambaknya dengan cara estafet.

Udang yang sudah dikemas dalam sebuah tong atau steorofoam box, ia pindahkan dari mobil pengangkut satu ke mobil pengangkut sebrang sungai. Yang sedikit menyita waktu pengiriman ke pelanggan.

“Sementara ya harus begini. Kalau biasanya bisa selesai sore hari, ini bisa lembur, sampai malam,” katanya.

Sementara, Pemkab Sidoarjo telah melakukan peninjauan terkait ambrolnya jembatan tersebut. Plt. Bupati Sidoarjo Subandi, didampingi instansi terkait dan pimpinan daerah desa dan kecamatan setempat, bergegas turun ke lokasi ambrolnya jembatan.

Subandi menyampaikan, telah meminta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Alam (PU BMSDA) untuk segera membangunkan bailey. Yang mampu menahan beban delapan ton. Agar dapat menjaga roda perekonomian warga setempat dengan baik.

“Nanti, kita juga harapkan Dinas PU segera menindaklanjuti pembangunan jembatan ini. Karena ini satu-satunya jalan alternatif warga,” terangnya.

Kepala Dinas PU BMSDA Dwi Eko Saptono menyampaikan, pihaknya akan bergegas menindaklanjuti pembangunan jalan alternatif tersebut. Pihaknya juga akan menganggarkan kebutuhan pembangunan jembatan tersebut.

“Kami berupaya bisa segera merealisasikan, kurang lebih 1,5 bulan untuk pengerjaan bailey,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page