Pemkab Jember Integrasikan Tiket Masuk Pantai Papuma–Watu Ulo, Berlaku Mulai Awal 2026

Avatar of Redaksi
Pantai Papuma
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menjalin kerja sama dengan Perum Perhutani dan Palawi Risorsis untuk mengintegrasikan sistem pintu masuk kawasan wisata Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo. (LN/Kabarterdepan.com)

Jember, Kabarterdepan.com – Dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menjalin kerja sama dengan Perum Perhutani dan Palawi Risorsis untuk mengintegrasikan sistem pintu masuk kawasan wisata Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo.

Kolaborasi tiga pihak ini menjadi sejarah baru bagi pengelolaan pariwisata Jember setelah melalui proses komunikasi dan koordinasi yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait mengatakan, terwujudnya kerja sama tersebut merupakan hasil kerja keras berbagai pihak, mulai dari jajaran Pemkab Jember, Dinas Pariwisata, hingga Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) yang intens berkoordinasi dengan Perhutani dan Palawi Risorsis.

“Salah satu poin utama dalam kerja sama ini adalah penerapan tarif tiket masuk tunggal yang lebih efisien dan ekonomis bagi wisatawan,” ujar Gus Fawait kepada awak media.

Tiket Masuk Pantai Papuma–Watu Ulo

Dengan sistem baru tersebut, pengunjung tidak lagi diwajibkan membeli tiket secara terpisah di masing-masing destinasi. Wisatawan cukup membayar satu kali tiket untuk dapat mengakses Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo.

Gus Fawait menjelaskan, tarif tiket terintegrasi direncanakan sebesar Rp12.500 untuk dua destinasi wisata sekaligus dan dijadwalkan mulai berlaku pada 1 atau 2 Januari 2026.

“Bayangkan, Rp12.500 untuk dua destinasi wisata yang memiliki nilai sejarah dan legenda besar, seperti Nyi Blorong dan Nyi Roro Kidul. Artinya, per lokasi hanya sekitar Rp6.000-an. Ini sangat murah dibandingkan daerah wisata lain,” jelasnya.

Selain integrasi tiket, Pemkab Jember juga berkomitmen meningkatkan kualitas fasilitas pendukung di kawasan wisata tersebut.

Upaya yang akan dilakukan meliputi promosi pariwisata secara masif, perbaikan serta penambahan lampu penerangan jalan umum menuju lokasi wisata, hingga penataan tarif parkir agar tetap terjangkau dan tertib.

Meski demikian, Gus Fawait mengakui bahwa pada tahap awal penerapan kebijakan tersebut kemungkinan masih terdapat kekurangan.

Namun, ia memastikan seluruh rencana telah berada di jalur yang tepat dan berharap masyarakat dapat mendukung langkah tersebut demi kemajuan pariwisata unggulan Kabupaten Jember.

Sementara itu, Anang, salah satu pelaku usaha ikan bakar di kawasan Pantai Watu Ulo, menyambut positif kerja sama antara Pemkab Jember, Perum Perhutani, dan pengelola wisata.

“Dengan tarif Rp12.500 untuk mengunjungi dua destinasi sekaligus, itu sudah sangat terjangkau dan bisa menarik minat wisatawan datang ke Jember,” ujarnya.

Ia berharap, kolaborasi tersebut juga diikuti dengan penambahan fasilitas pendukung, seperti sarana olahraga dan pembangunan lapak UMKM, baik di kawasan Pantai Watu Ulo maupun Pantai Papuma. (LN)

Responsive Images

You cannot copy content of this page