Pemkab Jember Targetkan 22 Ribu Guru Ngaji Terima Insentif hingga 16 Oktober 2025

Avatar of Redaksi
Potret penyaluran intensif guru ngaji. (LN / Kabarterdepan.com)
Potret penyaluran intensif guru ngaji. (LN / Kabarterdepan.com)

Jember, Kabarterdepan.comPemerintah Kabupaten Jember, bekerja sama dengan 31 kecamatan, melaksanakan penyaluran honorarium bagi para guru ngaji.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata perhatian Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto terhadap peran penting guru dalam mendidik dan membina generasi muda, khususnya di bidang keagamaan.

22 Ribu Guru Ngaji Terima Rp1,5 Juta per Orang

Kepala Bagian Kesra Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, menyampaikan bahwa hingga 16 Oktober 2025, pemerintah menargetkan seluruh insentif untuk 22 ribu guru ngaji dapat tuntas tersalurkan.

“Sebagai bentuk penghargaan kepada para guru ngaji, Pemkab Jember memberikan insentif sebesar Rp1.500.000 per orang. Hingga awal Oktober 2025, penyaluran sudah mencapai 15.175 guru ngaji di 23 kecamatan,” ujarnya.

Penyaluran honorarium dilaksanakan di Kecamatan Balung, Jumat (3/10/2025). Kegiatan ini melibatkan delapan desa, yakni Desa Gumelar, Curahlele, Balung Lor, Tutul, Balung Kulon, Balung Kidul, Karang Duren, dan Karang Semanding, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme para penerima sejak pagi. Di Desa Balung Lor, tercatat ada 113 guru penerima, dan 111 orang hadir langsung untuk mengambil hak mereka.

Acara ini dihadiri perwakilan Kecamatan Balung, pihak Bank Jatim, kepala desa setempat, serta tim pendamping guru yang memastikan kelancaran kegiatan.

Testimoni Penerima

Ahmad, salah satu guru asal Balung Lor, mengaku bersyukur atas insentif yang diterimanya.

“Prosesnya cepat, antrean tidak sampai lima menit sudah cair. Tahun sebelumnya harus ke kantor Bank Jatim di kecamatan, sekarang lebih praktis dan tidak mengganggu aktivitas. Terima kasih Gus Bupati Fawait,” ungkapnya.

Potret penyaluran insentif guru ngaji. (LN / Kabarterdepan.com)
Potret penyaluran insentif guru ngaji. (LN / Kabarterdepan.com)

Mekanisme Lebih Mudah

Sementara itu, perwakilan Tim Pendamping Kecamatan Balung, menjelaskan bahwa ada 2 guru yang berhalangan hadir namun akan tetap mendapatkan haknya.

“Dua orang tidak hadir di Desa Balung Lor karena ada keperluan ke luar kota, meski guru yang tidak hadir hak honorarium tetap terjamin dan dapat diambil langsung melalui Bank Jatim pada waktu yang ditentukan,” bebernya.

Menurutnya, tahun ini mekanisme penyaluran berjalan lebih mudah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kebijakan Bupati Jember yang menggandeng Bank Jatim dalam penyaluran honorarium terbukti efektif, sehingga para guru ngaji bisa menerima haknya dengan lebih cepat dan aman. (LN)

Responsive Images

You cannot copy content of this page