Pemkab Blora Siapkan 3 Lokasi Kampus UNY, BPPKAD : Hibah Lahan Dilakukan Bertahap

Avatar of Redaksi
IMG 20250724 WA0107
Plt Kepala BPPKAD Blora, Susi Widyorini. (Fitri/kabarTerdepan.com) 

Blora, Kabarterdepan.com – Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Blora mengungkapkan, ada tiga alternatif lahan yang ditawarkan kepada Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk pendirian kampus baru di Kota Minyak, pada Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).

“Alternatif yang kami tawarkan kepada UNY, itu ada di Cepu, Kunduran, dan Blora Kota,” ungkap Plt Kepala BPPKAD Blora, Susi Widyorini, Kamis (24/07/2025).

Namun, sambung Susi, hingga kini pihaknya belum menerima surat resmi, untuk menindaklanjuti proses hibah lahan ke UNY. Dikarenakan UNY belum memastikan untuk lokasi yang akan digunakan.

“Kemarin sudah dicek oleh Rektor UNY bersama Bupati. Mereka sudah memilih, tapi kami belum menerima surat resminya,” jelasnya.

Susi menambahkan, UNY awalnya mengajukan kebutuhan lahan seluas 7.000 meter persegi. Namun, luasan tersebut bisa diberikan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan pembangunan, melalui mekanisme hibah bertahap.

“Mungkin akan diberikan sebagian dulu, tergantung mana yang dibangun lebih dulu,” katanya.

Ia menegaskan, mekanisme hibah lahan harus mengikuti aturan ketat. Salah satunya adalah kewajiban pembangunan dalam waktu maksimal tiga tahun, jika tidak maka lahan dapat ditarik kembali oleh Pemkab.

“Aturannya maksimal tiga tahun harus dibangun. Kalau tidak, ya bisa kembali lagi ke Pemkab,” tegasnya.

Karena itu, terang Susi, hibah tidak dilakukan sekaligus, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan tahap awal pembangunan UNY di Kabupaten Blora.

“Misalnya (UNY), jika tahap awal hanya untuk membangun gedung rektorat yang membutuhkan 5.000 meter persegi, maka hanya seluas itu yang dihibahkan, dan harus selesai dibangun dalam tiga tahun,” terang Susi.

Sebelumnya, Rektor UNY, Sumaryanto, telah meninjau sejumlah lokasi bersama Bupati Blora, baru-baru ini. Ia menyatakan ketertarikannya pada lahan yang berada di Blora Kota karena dinilai strategis, terletak di jalur utama Randublatung–Blora.

Menurut Rektor UNY, lokasi tersebut berada di titik tengah wilayah Blora, sehingga dapat menjangkau mahasiswa dari barat, utara, dan selatan.

“Kenapa memilih lokasi di tengah? Supaya secara geografis menjadi sentral. Mahasiswa dari berbagai arah bisa terakomodasi,” jelas Sumaryanto.

Ia juga mengungkapkan bahwa proyek pembangunan kampus UNY di Blora ini akan menjadi proyek percontohan nasional, karena merupakan pengembangan pertama kampus UNY di luar Yogyakarta yang diinisiasi oleh pemerintah daerah.

“Kami punya kampus di enam wilayah, tapi ini yang pertama dengan semangat luar biasa dari kepala daerah dan masyarakat. Maka kami harus menyambut dengan komitmen yang sama,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan bahwa hibah tanah dari Pemkab merupakan bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

“Ini konsepnya hibah government to government. Kami hanya berinvestasi pada tanah. Untuk seluruh biaya pembangunan ditanggung UNY. Investasi awal mereka rencanakan Rp 30 miliar, dan bisa berkembang hingga Rp 100 miliar,” pungkas Bupati. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page