Pemkab Blora Pastikan Ketersediaan Air di titik Kawasan Peruntukan Industri

Avatar of Redaksi
IMG 20250308 WA0085
ILUSTRASI: Perawatan jaringan air yang ada di Kabupaten Blora
(Dokumen PDAM)

Blora,Kabarterdepan.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora siap fasilitasi ketersediaan air untuk investasi. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Blora Bondan Arsiyanti, Sabtu (8/3/2025).

Menurutnya, setiap investor yang menginginkan lahan di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) eksisting yang ada di Kabupaten Blora dapat menggandeng atau menjadi pelanggan PDAM Tirta Amerta Blora.

“Untuk ketersediaan air di setiap KPI eksisting kita dapat menggandeng PDAM Tirta Amerta Blora,” ujar Wanita yang akrab disapa Danik.

Diungkapkan hingga saat ini beberapa perusahaan telah turut menjadi pelanggan PDAM untuk supply air di industri. Menurutnya debit air yang dimiliki PDAM mampu memenuhi kebutuhan industri di Kabupaten Blora.

“Memang tidak semua industri turut menjadi pelanggan PDAM. Namun bila ada industri padat karya yang masuk, sehingga membutuhkan suplay air untuk MCK karyawan maka PDAM dapat memenuhi kebutuhan pabrik tersebut,” terang Danik.

Ia mencontohkan, lima titik KPI eksisting yang terintegrasi langsung dengan jalan Nasional. Yaitu KPI eksisting yang berada di Kecamatan Cepu hingga Blora kota, telah dilintasi jaringan pengairan dari PDAM. Sehingga, ungkap Danik, ketersediaan air di lima titik itu tidak akan menjadi kendala atau keluhan untuk investor.

“Jaringan air PDAM dari Kecamatan Cepu itu bermuara hingga Blora kota,” tuturnya.

Disisi lain, Danik mengungkapkan hingga saat ini, masih ada keluhan air di dua titik KPI eksisting yang ada di Kabupaten Blora. Diantaranya KPI eksisting yang berada di Pos Ngancar, Tunjungan dan KPI eksisting yang berada di Kecamatan Jati.

“Selain dua titik itu, kami pastikan ketersediaan air pasti ada,” tambah Danik.

Sementara itu, Humas PDAM Tirta Amerta Blora, Nanang Fahru mengungkapkan dua titik lokasi tersebut masih terkendala sumber mata air. Menurutnya, salah satu opsi yang dapat diambil adalah pembangunan waduk diwilayah tersebut.

Sehingga, sambung Nanang, dari pembuangan waduk dapat mensuplay ketersediaan air saat kemarau maupun membuat jaringan baru guna kelancaran distribusi air bersih.

“Untuk di Kecamatan Jati sendiri, masih susah sumber mata air, sehingga distribusi air masih menjadi kendala,” kata dia.

Sementara, sambung Nanang, untuk yang di pos Ngancar, Kecamatan Tunjungan, Blora masih dalam kajian untuk pembuatan jaringan dari Bendungan Randugunting.

“Dari Bendungan Randugunting untuk Pos Ngancar, sudah ada rencana SPAM (Sarana Prasarana penyediaan Air Minum) yang akan di kirimkan ke Gudang Banyu Blora,” tambahnya.(Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page