
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kota Mojokerto telah merancang 10 proyek pembangunan fisik strategis yang akan dilaksanakan pada tahun 2025.
Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, menjelaskan bahwa proyek-proyek tersebut telah melalui berbagai pertimbangan dan mendapatkan persetujuan dari Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro. Persetujuan ini dituangkan dalam SK Wali Kota Mojokerto Nomor: 100.3.3.3/366/417.101.3/2024 tentang Penetapan Sepuluh Proyek Strategis Kota Mojokerto Tahun 2025.
Gaguk mengungkapkan bahwa dari 10 proyek yang direncanakan, tiga di antaranya merupakan kelanjutan dari proyek strategis tahun 2024. Ketiga proyek tersebut adalah pembangunan Gedung Gayatri di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, pembangunan prasarana di Gelora A. Yani, serta pembangunan lanskap Kantor Kecamatan Kranggan.
Selain itu, beberapa fasilitas baru juga akan dibangun sebagai bagian dari proyek strategis tahun 2025.
“Dengan adanya kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dari BPJS Kesehatan tentu kita dukung kebijakan tersebut. Maka kita melakukan rehabilitasi untuk menyiapkan KRIS pada RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo. Disamping itu kita juga akan membangunan gedung Baznas dan forum CSR Kota Mojokerto serta Tempat Pembuangan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3 R) Wates,” tambah Gaguk.
Proyek strategis ini juga mencakup peningkatan kualitas pendidikan di Kota Mojokerto melalui pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas di tiga sekolah negeri.
“Tahun ini Pemkot juga akan membangun ruang kelas di SMPN 4 serta melakukan rehabilitasi untuk ruang kelas di SDN Miji 3 dan SDN Wates 6,” jelasnya.
Salah satu proyek strategis lainnya adalah rehabilitasi eks Gedung DPRD Kota Mojokerto yang berlokasi di Jalan Gajah Mada yang nantinya akan dialihfungsikan menjadi masjid, menggantikan mushola yang saat ini ada di kantor balai kota.
Dengan pelaksanaan proyek-proyek ini, Pemerintah Kota Mojokerto berharap dapat meningkatkan pelayanan publik dan kualitas hidup masyarakat di berbagai sektor. (Riris*)
