Pemerintah Bersihkan Sampah dan Eceng Gondok untuk Atasi Banjir di Kesamben

Avatar of Redaksi
IMG 20241210 WA0047 11zon scaled
Potret pembersihan eceng gondok dengan excavator (Riris / Kabarterdepan.com)

Jombang, Kabarterdepan.com – Luapan Sungai Afvour Watudakon menggenangi sejumlah wilayah di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, seperti Dusun Beluk, Desa Jombok dan Dusun Kedondong, Desa Blimbing.

Pemerintah Kabupaten Jombang berupaya melakukan penanganan banjir dengan membersihkan sampah-sampah dan tumbuhan eceng gondok yang tumbuh liar di sepanjang sungai, salah satunya di bawah jembatan Jl. Kimia Farma, Selasa (10/12/2024).

Petugas BPBD, DLH dari Kabupaten Jombang dan dari Kabupaten Mojokerto, relawan, serta masyarakat setempat menargetkan pembersihan sungai tersebut selesai hari ini sehingga aliran air bisa cepat keluar.

Alat berat seperti excavator juga telah dikerahkan untuk mempercepat pengangkatan sampah dan eceng gondok.

Kepala Subbagian Pengendalian Operasi Bagian Operasional, Polres Jombang, Iptu Niswan menyampaikan kegiatan pembersihan tersebut merupakan normalisasi sungai untuk memperlancar aliran air agar tidak mengakibatkan banjir ketika meluap.

“Kegiatan ini normalisasi sungai, sungai ini mengalir ke bawah aliran Sungai Brantas sampai Mojokerto sana, tumbuhnya kangkung sama eceng gondok mengakibatkan aliran air tersumbat,” ujar Iptu Niswan saat ditemui di lokasi.

Salah satu warga sekitar, Ngali, mengatakan banyaknya sampah menghambat aliran air sungai sehingga menyebabkan banjir seperti yang menimpa Dusun Kedondong dan dusun-dusun lainnya.

“Banyak sampah yang menghambat jalannya air (menyebabkan) kebanjiran. Supaya airnya lancar,” kata Ngali.

Ngali juga mengungkapkan bahwa eceng gondok yang memenuhi badan sungai merupakan tumbuhan liar yang hanyut kemudian berhenti dipenyekat yang telah dipasang. Selain itu, setiap tahun rutin dilakukan pembersihan terhadapnya.

“Setiap tahun dibersihkan, tahun lalu dibuatkan sarangan (penyaring) supaya tidak masuk. Nanti kalau masuk, tersumbat, akhirnya sini yang banjir,” ungkap Ngali.

Sementara itu, kondisi banjir di Kecamatan Kesamben masih tinggi, Ngali menuturkan akibat banjir para siswa terpaksa diliburkan dan para petani pun tidak bisa bekerja di sawah.

Diketahui, banjir telah merendam Kecamatan Kesamben selama empat hari dan akses jalan antarkabupaten yang menghubungkan Jombang dan Mojokerto terpaksa ikut terhambat. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page