
Yogyakarta, kabarterdepan.com – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengantisipasi adanya korban jiwa dalam aksi demonstrasi.
Hal ini menyusul informasi aksi demonstrasi yang dilakukan di DPRD DIY pada Senin (1/9/2025).
Sebagai antisipasi, Pemda DIY akan berkoordinasi dengan seluruh perangkat kewilayahan.
Plt Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Aria Nugrahadi menyampaikan pemerintah daerah telah mempelajari situasi genting dalam merespon kondisi yang tidak diharapkan.
Terutama jika terjadi timbulnya korban jiwa akibat krisis seperti kondisi saat merebaknya wabah Covid-19.
“Kita sebelumnya sudah mempunyai skema koordinasi dan kita pernah melalui masa Covid-19,” katanya saat ditemui di komplek Kepatihan Pemda DIY, Danurejan, Kota Yogyakarta, DIY, Sabtu (30/8/2025).
“Jejaring ini yang selalu kita koordinasikan, selalu kita hidupkan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi,” imbuhnya.
Aria juga telah memperkuat koordinasi dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Kita juga mengaktifkan berbagai unsur, kalau DIY kita punya Jaga warga, tokoh masyarakat, dan tokoh agama,” katanya.
Menurutnya, kondisi keamanan di DIY berjalan kondusif pasca kerusuhan di Mapolda DIY. Bahkan di wilayah lainya kondusifitas wilayah tetap terjaga.
“Secara umum kita lihat tadi malam (demonstrasi) di Mapolda DIY, untuk di wilayah-wilayah lain kondisinya alhamdulillah masih kondusif,” katanya.
“Termasuk kita tadi malam melihat aktivitas komunitas sepeda bisa melakukan kegiatan, tentu tanpa mengurangi kewaspadaan kita semua,” katanya.
Menanggapi rencana aksi yang akan dilakukan di DPRD DIY pada Senin (1/9/2025) besok, ia berharap penyampaian aspirasi bisa dilakukan dengan baik dan kondusif. (Hadid Husaini)
