Pembangunan Sekolah Rakyat di Blora Capai 76 Persen, Begini Kata Bupati

Avatar of Redaksi
IMG 20250627 WA0094
Bupati Blora meninjau lokasi pembangunan sekolah rakyat di Kecamatan Cepu, Blora. (Fitri/kabarterdepan.com)

Blora, Kabarterdepan.com – Pembangunan Sekolah Rakyat jenjang SMA di Kabupaten Blora kini telah mencapai progres 76 persen. Ditargetkan, proyek ini akan rampung pada 10 Juli 2025, sesuai jadwal kontrak.

Hal tersebut terungkap saat Bupati Blora, Arief Rohman, meninjau langsung lokasi pembangunan yang memanfaatkan eks gedung SDN 4 Balun, Kecamatan Cepu, pada Jumat (27/06/2025).

Gedung yang sebelumnya terbengkalai itu kini tengah direnovasi total untuk memenuhi kebutuhan sekolah berasrama. Di antaranya ruang kelas, laboratorium, asrama putra dan putri, asrama guru, musala, serta fasilitas MCK.

“Kita cek langsung progresnya. Alhamdulillah sudah 76 persen lebih. Saya minta awal Juli sudah selesai dan bisa segera diresmikan agar siap menyambut tahun ajaran baru minggu kedua Juli,” ujar Bupati Arief.

Dalam kunjungannya, Bupati juga memberi beberapa arahan teknis, seperti penutupan ventilasi asrama untuk menghindari nyamuk saat malam hari, serta perbaikan pagar lantai dua demi keamanan siswa.

Bupati turut meminta agar gedung lama di bagian depan segera dibongkar agar akses masuk ke sekolah lebih luas dan tampak dari jalan raya.

“Saya minta Camat mengajak tokoh-tokoh masyarakat untuk diskusi, sekaligus memikirkan nama yang tepat untuk sekolah ini,” tambahnya.

Sementara itu, Hartono, perwakilan dari penyedia jasa Nindya-Adhi KSO, menjelaskan bahwa progres pembangunan telah mencapai 76,76 persen, dikatakan pembangunan sekolah itu dijadwalkan akan selesai pada 10 Juli 2025.

lebih lanjut, Hartono menilai lokasi sekolah sangat strategis karena berada di pusat Kecamatan Cepu, dekat Kantor Lurah Balun, Terminal Bus Tipe A, serta hanya butuh 5 menit dari Stasiun Cepu.

“Sekolah ini akan dilengkapi asrama putra-putri, MCK terpisah, asrama guru, ruang ibadah, ruang kelas, laboratorium, dan lapangan upacara,” terang Hartono.

Ia menambahkan, proyek ini merupakan bagian dari program nasional pembangunan Sekolah Rakyat tahap pertama yang didanai Kementerian PUPR melalui Ditjen Prasarana Strategis, dengan total anggaran sekitar Rp322 miliar untuk 65 titik di 24 provinsi, termasuk Blora.

“Blora masuk pada titik susulan, dan menjadi salah satu dari 65 lokasi tahap pertama Sekolah Rakyat,” katanya.

Sebagai informasi tambahan, Sekolah Rakyat di Kabupaten Blora akan menampung 50 siswa yang dibagi dua rombongan belajar (rombel). Semua siswa diwajibkan tinggal di asrama yang telah disediakan. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page