Pemancing di Madina Tenggelam, Dua Hari Kemudian Jasadnya Ditemukan Mengambang

Avatar of Redaksi
IMG 20241028 WA0043
Proses evakuasi jasad pemancing di Madina. (Suhartono/kabarterdepan.com)

Mandailing Natal, Kabarterdepan.com – Seorang pemancing bernama Agung Situmeang, warga Kampung Baru, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang dinyatakan tenggelam di Sungai Batang Gadis pada Sabtu (26/10/2024).

Dua hari kemudian, Senin (28/10/2024) Agung ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia.

Jasad Agung ditemukan dalam kondisi mengambang di sekitar lokasi ia tenggelam, Senin (28/10/2024) sekitar pukul 06.00 WIB.

Hal itu seperti diutarakan Sadrak Pasaribu salah seorang tokoh masyarakat Desa Kampung Baru.

“Jasad Agung pagi ini kami temukan mengambang di tempat ia pertama kali dinyatakan tenggelam, kini sedang menunggu proses evakuasi dari Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan instansi terkait,” tutur Sadrak, Senin (28/10/2024).

Sadrak juga menerangkan, sebelumnya tim dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina, serta warga setempat telah sepakat untuk bermalam dan mendirikan tenda di sekitar pinggiran Sungai Batang Gadis.

“Kami sepakat Minggu malam Senin mendirikan tenda dan bermalam di sekitar lokasi, dan pagi ini upaya dari semua pihak membuahkan hasil, jasad Agung telah ditemukan,” lanjutnya.

Sementara itu Kepala BPBD Madina Mukhsin Nasution mengatakan, saat ini pihaknya sedang menuju lokasi membawa kantong jenazah untuk proses evakuasi.

“Ditemukan jam 06.00 WIB pagi ini, sekarang persiapan proses evakuasi, terimakasih kepada semua yang ikut membantu pencarian jenazah korban dalam beberapa hari ini, mulai dari Personel BPBD, TNI Koramil 13 Panyabungan Kodim 0212-Tapsel – personel Polres Mandailing Natal, Basarnas, Pihak Kecamatan dan desa serta masyarakat semuanya,” terang Mukhsin.

Dalam kesempatan tersebut Mukhsin Nasution juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat Madina agar lebih berhati-hati beraktifitas di sekitar sungai karena sering hujan.

“Semua agar lebih berhati-hati, apalagi sekarang lagi di musim penghujan kondisi sungai kadang tidak menentu, semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi kepala kita semua,” pungkasnya. (Suhartono)

Responsive Images

You cannot copy content of this page