
Jombang, Kabar Terdepan.com – Berlibur ke Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, belum lengkap tanpa mencoba wisata petik sendiri. Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi adalah Wonosalam Durian Farm (WDF) yang berada di Dusun Segunung, Desa Carangwulung.
Cuaca Ekstrem Bikin Durian Wonosalam Jombang Gagal Panen, Kontes Durian Mundur
Wisata petik sendiri ini menyuguhkan pengalaman menikmati buah premium langsung dari kebunnya. Beragam jenis tersedia, mulai dari lokal hingga unggulan seperti musang king, montong, bawor, duri hitam, dan kanyao asal Thailand.
Di WDF, pengunjung dapat merasakan sensasi memetik langsung dari pohonnya. Tercatat ada sekitar 600 pohon premium yang ditanam di lahan seluas 6,8 hektare.
“Ada paling banyak jenis musang king, duri hitam, kanyao dari Thailand, super tembaga, dan ada durian namlung atau yang biasa disebut cumasi atau tai babi. Selain itu juga ada kelas lokal seperti bido,” ujar pengelola WDF, Musir Abdillah (41), Minggu (25/1/2026).
Wisata Durian Premium Wonosalam Tawarkan Sensasi Petik Langsung dari Kebun
Musir menjelaskan, pengunjung yang datang bisa berkeliling kebun untuk melihat langsung pohon-pohon yang sudah berbuah. Selama berkeliling, pengunjung akan didampingi oleh pengelola kebun.
Menariknya, pohon di WDF tidak terlalu tinggi sehingga pengunjung dapat memetik buah tanpa harus memanjat. Meski demikian, proses pemetikan tetap harus didampingi agar buah yang dipetik benar-benar matang.
“Pengunjung yang datang bersama keluarga dan ingin merasakan sensasi petik durian, boleh memetik langsung dengan rekomendasi dari pendamping. Jadi buah yang dipilih benar-benar siap panen,” katanya.
Pengunjung WDF tidak hanya berasal dari Jombang dan daerah sekitar seperti Mojokerto, Malang, Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya, tetapi juga dari luar kota seperti Bandung dan Jakarta. Bahkan, wisatawan mancanegara dari Korea, China, dan Malaysia juga tercatat pernah berkunjung. Kunjungan biasanya membludak setiap akhir pekan.
Durian musang king menjadi favorit para pengunjung. Buah asal Malaysia ini dikenal memiliki cita rasa khas dengan daging berwarna kuning keemasan, tekstur lembut dan tebal.
“Yang paling banyak dinikmati di sini itu musang king karena rasanya kompleks. Warnanya menarik, rasanya legit, manis, pahit, creamy, gurih, semua rasa ada,” terang Musir.
Pada musim panen kali ini, hasil di WDF terbilang melimpah. Dari 600 pohon, setiap pohon mampu menghasilkan sekitar 100 hingga 200 butir jenis premium.
Untuk harga, jenis musang king dijual Rp300.000 per kilogram, duri hitam Rp350.000 per kilogram, bawor Rp150.000 per kilogram, dan kanyao Rp125.000 per kilogram. Sementara buah lokal dibanderol mulai Rp30.000 hingga Rp100.000 per butir.
“Di musim seperti sekarang, omzet bisa mencapai Rp1,5 miliar,” ungkapnya.
Salah satu pengunjung, Abdul, mengaku mendapat pengalaman baru saat menikmati durian di WDF. Pria asal Sooko, Mojokerto itu bisa memilih buah langsung dari pohonnya.
Ia memilih WDF karena jenis premium yang tersedia dirawat dengan baik. Selain itu, pengunjung juga disuguhi panorama Gunung Anjasmoro serta udara pegunungan yang sejuk.
“Tadi mencoba jenis musang king. Rasanya manis dengan after taste pahit. Dengan kualitas seperti itu, menurut saya harganya masih terjangkau dan worth it,” pungkasnya.
Selain menawarkan wisata petik sendiri, WDF juga menjadi sarana edukasi bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat proses budidaya buah premium.
Pengunjung diberikan penjelasan mengenai perawatan pohon, pemilihan bibit unggul, hingga ciri-ciri buah yang siap dipanen. Edukasi ini membuat wisata durian di Wonosalam tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga informatif.
Keberadaan wisata ini turut memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Banyak pendamping kebun, tenaga perawatan, hingga pelaku usaha pendukung seperti kuliner dan oleh-oleh khas Wonosalam.
Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, potensi buah ini semakin dikenal luas sebagai salah satu ikon agrowisata unggulan di Kabupaten Jombang.
Wisata ini juga diharapkan mampu mendorong Wonosalam sebagai sentra buah premium berdaya saing nasional. Saat ini, Potensi buah berbau khas dari Wonosalam terus berkembang seiring meningkatnya minat wisatawan domestik. (Karimatul Maslahah)
