
Mojokerto, KabarTerdepan.com – Dalam ibadah Natal pria di Gereja Bethel Tabernakel (GBT) Lion of Judah Mojokerto, Selasa (16/12/2025), Pendeta Daniel Oktavianus menyampaikan khotbah bertema “Damai Sejahtera” yang diambil dari Lukas 2:29–32, mengisahkan perjumpaan Simeon dengan bayi Yesus.
Pdt. Daniel menjelaskan bahwa Simeon adalah pribadi yang benar dan saleh, yang dengan setia menantikan penghiburan dari Tuhan bagi bangsa Israel.
Ketika menggendong bayi Yesus di kandang domba, Simeon berseru bahwa ia telah melihat keselamatan dari Allah dan dapat pergi dalam damai sejahtera.
Pdt. Daniel Oktavianus Ungkap Kondisi Bangsa Israel Saat Kelahiran Yesus
Menurut Pdt. Daniel, konteks kelahiran Yesus terjadi saat bangsa Israel berada dalam penderitaan berat akibat penjajahan Kekaisaran Romawi.
Bangsa Israel mengalami tekanan dalam tiga aspek utama, yakni penjajahan politik yang menghilangkan kedaulatan, ketimpangan sosial akibat pajak yang memberatkan, serta tekanan rohani karena dipaksa menggunakan mata uang Romawi bergambar kaisar yang dianggap sebagai Tuhan.
“Israel dijajah bukan hanya secara politik dan sosial, tetapi juga secara rohani. Pemungut cukai dibenci karena dianggap alat penjajah,” jelasnya.
Di tengah kondisi tersebut, Simeon tetap berharap kepada Tuhan. Saat berjumpa dengan Yesus, ia menyatakan bahwa keselamatan Allah telah nyata. Dari peristiwa ini, Pdt. Daniel menekankan dua kabar gembira besar dari kelahiran Kristus.
Pertama, perjumpaan dengan Yesus menghadirkan damai sejahtera sejati yang tidak bergantung pada kondisi ekonomi atau materi.
“Banyak orang kaya justru hidup dalam tekanan dan ketidakbahagiaan. Namun bersama Yesus, di tengah sakit dan kesulitan sekalipun, Tuhan memberikan ketenangan dan jalan keluar,” ungkapnya.

Kedua, kelahiran Yesus membawa keselamatan bagi semua bangsa. Yesus adalah terang bagi bangsa-bangsa dan kemuliaan bagi Israel.
Melalui Dia, sekat antara manusia dan Allah telah dihapuskan, sehingga keselamatan kini terbuka bagi semua orang tanpa terkecuali.
Pdt. Daniel juga menegaskan bahwa iman kepada Yesus sebagai Mesias merupakan karya Roh Kudus.
“Mengapa kita percaya Yesus adalah Juruselamat? Karena Roh Kudus yang menyatakannya kepada kita, sama seperti yang dialami Simeon,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Yesus selalu membawa damai sejahtera dan penyediaan Tuhan yang ajaib bagi setiap orang yang percaya.
Ibadah Natal tersebut ditutup dengan doa, pujian, serta pembagian doorprize. Jemaat yang hadir mengaku merasakan sukacita dan damai sejahtera dari Tuhan di tengah berbagai tantangan kehidupan. (Rio)
