
Sampang, kabarterdepan.com – Paguyuban Combodug Sampang (PCS) menggelar aksi bakti sosial yang dikemas dengan pertunjukan budaya khas Madura, Daul Dug Dug, di Alun-alun Trunojoyo, Sampang, Sabtu malam (20/12/2025).
Kegiatan ini menyedot perhatian masyarakat karena berhasil memadukan pelestarian budaya lokal dengan kepedulian terhadap korban bencana alam.
Budaya Sampang
Mengangkat musik asli budaya lokal, PCS menampilkan sejumlah pegiat musik tradisional seperti Lanceng Torajeh, Dharma Langit, dan Lanceng Kajuk.
Dentuman khas daul dug dug yang ritmis menggema di pusat kota, menciptakan suasana meriah sekaligus sarat nilai kearifan lokal Madura.
Tak hanya menampilkan musik tradisional, PCS juga berkolaborasi dengan siswi SMAN 1 Sampang yang mempersembahkan tarian budaya.
Kolaborasi lintas generasi ini sukses memukau penonton dan mendapat sambutan antusias dari warga yang memadati area Alun-alun Trunojoyo.

Namun, kegiatan tersebut tidak sekadar menghadirkan euforia kecintaan terhadap budaya. PCS juga menggalang donasi kemanusiaan untuk membantu korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra, dan Sumatra Utara. Hingga pekan ini, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp1.657.000.
Kegiatan bakti sosial yang dikonsep dengan menampilkan budaya ini berpotensi terus digelar hingga malam Tahun Baru sebagai bentuk konsistensi kepedulian sosial.
Selain itu, PCS juga memastikan bahwa aksi serupa akan kembali dilaksanakan pada Sabtu, (27/12/2025) mendatang.
Apresiasi untuk PCS
Dalam kegiatan tersebut, PCS juga berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Sampang guna memastikan penyaluran donasi berjalan transparan dan tepat sasaran kepada para korban bencana.
Menariknya, Ketua Suku Rong Tengah, yang sebelumnya sempat mengkritisi komunitas Sampang Kreatif, turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap langkah PCS.
“Ini contoh yang baik. Budaya tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga menjadi sarana kepedulian sosial dan kemanusiaan,” ungkapnya.
Aksi bakti sosial Paguyuban Combodug ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain, bahwa budaya lokal Madura memiliki kekuatan besar untuk menyatukan masyarakat sekaligus menumbuhkan empati dan solidaritas di tengah berbagai bencana yang melanda Tanah Air. (Fais)
