Patung Penyu di Sukabumi Senilai Rp 15 Miliar Rusak, Begini Klarifikasi Pemda dan Kontraktor

Avatar of Redaksi
IMG 20250306 WA0077
Patung Penyu di Sukabumi yang rusak. (M Idris Ardiansah/kabarterdepan.com)

Sukabumi, Kabarterdepan.com – Patung Penyu yang berada di Taman Gado Bangkong Pantai Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi jadi perbincangan di media sosial. Patung penyu itu yang disebut nilainya miliaran hanya berbahan kardus.

Bahkan patung penyu tersebut jadi bulan-bulanan netizen di berbagi platform media sosial. Sebab patung penyu itu kini rapuh dan tercabik-cabik rusak karena berbahan kardus tipis.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryana memberikan penjelasan terkait anggaran patung penyu tersebut.  Melalui akun Facebook Pemerintah Kabupaten Sukabumi, ia menjelaskan Anggaran 15, 6 Miliar bukan untuk pembuatan patung penyu, tetapi penataan kawasan sepanjang pantai Gado Bangkong yang di dalamnya ada patung penyu.

Ade Juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan Provinsi Jawa Barat yang diberikan kepada pemerintah Kabupaten Sukabumi

“Sehingga pemerintah Kabupaten Sukabumi mengucapkan terima kasih, ini manfaat bagi Kabupaten Sukabumi, kawasan Gado Bangkong salah satu ciri khas parawisata Kabupaten Sukabumi, oleh karena itu yang beredar hari ini 15,6 Miliar itu hanya penyu itu bukan itu kawasan pantai Gado Bangkong,” jelas Sekda melalui Video Facebook akun Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Kamis (6/3/2025)

Bahkan Informasi ini sampai ke telinga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia tidak memberikan komentar banyak mengenai hal itu.

“Meminta Inspektorat Provinsi Jawa Barat untuk turun kelapangan mengaudit Proyek tersebut” Ujar Dedy Mulyadi mulai akun Instagramnya @dedimulyadi71, Kamis (6/3/2025)

Pihak Kontraktor memberikan klarifikasi melalui surat Siaran Pers Lengkap Dengan Kop Surat PT. Lingkar Persada KSO & CV Adi Mamkmur yang btetanda tangan Irman Firdaus (Pihak Kontraktor) bahwa kardus dalam ornamen Patung penyu, bukan material utama tetapi untuk proses cetakan saja. Bahan utama yang nantinya digunakan untuk patung penyu adalah Resin dan Fiberglass.

Pihak Kontraktor juga menjelaskan anggaran untuk pembuatan Penyu tersebut adalah Rp 30 juta, bukan miliaran sesuai yang berkembang di pemberitaan.

Patung penyu juga bukan di peruntukan untuk dinaiki, tatapi banyak pengunjung yang berfoto selfie di atas patung penyu. Sehingga menyebabkan tekanan berlebih yang mempercepat kerusakan.

Pihak Kontraktor telah berupaya meminta izin kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memperbaiki ornamen penyu yang rusak. Setelah DLH memberikan surat izin, Pihak Kontraktor langsung memulai proses perbaikan ornamen tersebut.

“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami sebagai kontraktor terhadap keberlanjutan Alun-Alun Gadobangkong. Kami berharap, apa yang kami lakukan ini dapat menjadi contoh baik bagi masyarakat dalam menjaga fasilitas publik bersama-sama”Tulis Pihak Kontraktor dalam Surat Siaran Pers. (M Idris)

Responsive Images

You cannot copy content of this page