
Sampang, kabarterdepan.com – Sebuah video memilukan viral di media sosial yang memperlihatkan seorang pasien kritis dirujuk menggunakan perahu kayu kecil (Sampan) dari Pulau Mandangin ke daratan Sampang, Madura.
Peristiwa itu memicu keprihatinan publik dan mendorong DPRD Sampang untuk segera mengambil langkah tegas dalam pengadaan anggaran operasional ambulans laut.
Pasien berinisial M (61), warga Dusun Barat, Pulau Mandangin, terekam dalam kondisi lemah dengan infus dan oksigen terpasang, terbaring di atas perahu sampan nelayan tradisional.
Keluarga pasien bahkan terpaksa merogoh kocek Rp 400 ribu untuk menyewa perahu sampan nelayan demi menyelamatkan nyawa M, padahal seharusnya ada fasilitas ambulans laut.
Menyikapi hal ini, Komisi IV menyatakan kesiapan untuk membantu jika ada kendala dalam anggaran operasional ambulans laut. Mereka berjanji akan mengajukan penambahan anggaran ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD.
“Ini soal nyawa. Kami tidak bisa menunda lagi. DPRD akan mengawal proses pengajuan dana tambahan” tegas Mahfud, Ketua komisi IV DPRD Sampang, Selasa (8/7/2025)
Terkait alasan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disampaikan pihak Puskesmas, Mahfud menegaskan bahwa alasan tersebut kurang tepat.
“Ini kan tidak logis, Sampan bisa, sedangkan speed boat (ambulans laut) tidak. Coba ditanya sama keluarga pasien, apakah waktu itu benar terjadi ombak besar,” tegasnya,
Sebelumnya, sopir ambulans laut Puskesmas Mandangin, Adi, menyampaikan bahwa pihaknya tidak dapat memberikan pelayanan lantaran kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
Menurutnya, terlalu berbahaya jika harus memaksakan diri, mengingat ambulans laut memiliki standar operasi yang jauh berbeda dari perahu biasa.
Adi menambahkan bahwa pihaknya terbuka akan melayani setiap pasien yang memang dalam kondisi urgensi dan memerlukan pertolongan.
“Pasti kami layani, tapi kita harus memikirkan keselamatan juga. Namun, memang jika memaksa harus ada surat perjanjian bermaterai,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pelayanan kesehatan yang merata, terutama bagi warga kepulauan. warga Mandangin berharap solusi jangka panjang segera diwujudkan, agar kejadian serupa tak terulang. (Fais)
