
Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus memperkuat langkah strategis dalam pengendalian inflasi dan stabilisasi harga kebutuhan pokok. Upaya ini diwujudkan melalui pelaksanaan Pasar Murah yang digelar di Kantor Kecamatan Mojoanyar pada Rabu (26/11).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, tidak hanya menghadirkan komoditas pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) lokal untuk memasarkan produk mereka.
Daftar Harga Komoditas di Pasar Murah
Masyarakat Mojoanyar dan sekitarnya dapat membeli sejumlah bahan pokok penting dengan harga yang lebih rendah signifikan dibandingkan harga pasaran. Berikut adalah daftar harga komoditas yang tersedia dalam Pasar Murah tersebut:
- Beras premium Rp14.000/kg
- Beras medium Rp11.000/kg
- Minyak Kita Rp15.000/liter
- Telur ayam ras Rp24.000/pack
- Tepung terigu Rp10.000/kg
- Gula pasir Rp16.000/kg
- Bawang putih Sinco Rp7.000/250 gram
- Bawang merah Rp8.000/250 gram
Bupati Mojokerto Muhammad Albarra yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya pasar murah sebagai langkah nyata menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi gejolak harga.
“Pasar murah ini adalah kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Mojokerto. Tujuannya agar harga bahan pokok tidak melambung tinggi sehingga inflasi tetap terkendali,” ujar Bupati Albarra.
Lebih lanjut, Bupati Albarra mengingatkan bahwa tantangan pengendalian inflasi akan semakin besar menjelang momentum hari-hari besar keagamaan dan perayaan nasional.
“Alhamdulillah, beberapa hari lalu Kabupaten Mojokerto mendapat penghargaan dari Ibu Gubernur Jawa Timur atas keberhasilan dalam pengendalian inflasi daerah. Inflasi kita masih terjaga, dan ini patut kita syukuri. Namun, kita tidak boleh lengah. Sebentar lagi kita akan menghadapi Natal dan Tahun Baru, kemudian disusul dengan Ramadhan dan Hari Raya,” jelasnya.
“Semua momentum ini biasanya memicu kenaikan permintaan bahan pokok sehingga harga bisa naik. Inilah tantangan bagi pemerintah, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional,” imbuhnya.
Bupati menekankan bahwa pasar murah harus digencarkan secara berkelanjutan agar masyarakat tetap merasa terlindungi.
“Untuk itu, pasar murah seperti ini harus digencarkan agar bahan-bahan pokok dapat terkendali harganya,” pungkasnya.
Pasar murah di Mojoanyar menjadi bukti nyata sinergi pemerintah provinsi dan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga memperkuat peran IKM lokal dalam mendukung perekonomian daerah. (*)
