
Internasional, Kabarterdepan.com — Meskipun terlihat ada peningkatan peran perempuan dalam sektor ekonomi dan ketenagakerjaan, kenyataannya partisipasi perempuan di pasar kerja Indonesia masih stagnan dalam dua dekade terakhir.
Hal tersebut diungkapkan oleh Rektor Universitas Widya Mataram, Prof. Edy Suandi Hamid, dalam International Conference di kampus California State University (CSU) Sacramento, Selasa (10/6/2025).
“Selama lebih dua dekade tingkat partisipasi wanita dalam pasar kerja mengalami stagnasi. Angka labour force participation rate hanya berkisar 50an persen. Artinya hanya separuh lebih sedikit angkatan kerja wanita yang aktif dalam perekonomian,” ujar Prof Edy.
Menurut Prof Edy, meskipun tingkat partisipasi tenaga kerja Indonesia berada pada kisaran rata-rata global, tidak adanya peningkatan signifikan menjadi permasalahan tersendiri.
“Masalahnya ini tidak naik-naik, dan sebagian besar kerja di sektor informal yang ketidakpastiannya tinggi, dan berpendapatan rendah,” jelas mantan Ketua Forum Rektor Indonesia ini.
Ia juga menyoroti kesenjangan yang cukup lebar antara partisipasi tenaga kerja laki-laki dan perempuan, yang mencapai sekitar 30 persen.
“Ini menunjukkan perlunya usaha serius untuk meningkatkan partisipasi tenaga kerja wanita ini. Misalnya dengan meningkatkan pendidikan wanita serta menghilangkan hambatan bagi wanita untuk bekerja dan menempati posisi tinggi di berbagai lapangan kerja,” tegasnya.
Menariknya, Prof Edy mencatat bahwa jumlah pegawai negeri perempuan lebih banyak dibanding laki-laki, khususnya di sektor pendidikan sebagai guru. Namun, kesenjangan tetap terlihat dalam struktur jabatan.
“Sayangnya perempuan di eselon 1 dan 2 jumlahnya kurang dari 20%,” ujarnya.
Ia juga menyinggung fenomena banyaknya perempuan Indonesia yang bekerja di luar negeri akibat tekanan ekonomi keluarga.
“Banyak yang ilegal dan juga hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga,” pungkas Prof Edy.
Isu-isu tersebut, menurut para pembicara konferensi, membutuhkan perhatian lebih besar dari para pembuat kebijakan demi mewujudkan kesetaraan gender yang nyata di dunia kerja.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua DPR RI Puan Maharani yang memberikan pidato kunci, serta Rektor CSU Sacramento Dr. Luke Wood, pimpinan CSU, dan para mahasiswa.
Sejumlah anggota DPR RI turut hadir, antara lain Ketua Komisi V Lasarus, MY Esti Wijayanti, Utut Adianto, Mufti Aiman, dan Charles Honoris. Walikota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng, juga turut menjadi pembicara. (Riris*)
