
Banyuwangi, kabarterdepan.com – Partisipasi pemilih di Pilkada Banyuwangi turun sebesar 8 persen jika dibandingkan Pileg 2024, yaitu dari angka 67 persen merosot ke 59 persen.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi tak menampik hal tersebut dan mengatakan bahwa sebetulnya sosialisasi sebelum pemilu telah dilakukan.
Kini KPU Banyuwangi sedang melakukan analisa dari penyebab turunnya partisipasi pemilih, yaitu dari 1.348.925 pemilih, hanya 800.885 orang yang menyalurkan hak suaranya.
“Sedang kita analisa. Mungkin karena berdekatan dengan pileg, 1 tahun ada 2 pilihan, masyarakat mungkin jenuh,” terang Komisioner KPU Banyuwangi, Ketua Divisi Teknis, Anang Lukman Afandi pada Rabu, (4/12/2024).
Ketika ditanya apakah rendahnya penggunaan hak suara karena pendistribusian C pemberitahuan yang terlambat sampai kepada penerima, Anang menampik.
Ia memastikan bahwa C pemberitahuan telah diupayakan untuk dikirimkan kepada masyarakat, didukung pelaporan yang disampaikan KPPS.
Namun demikian, terkadang saat C pemberitahuan tersebut diberikan, yang bersangkutan sedang tidak berada di rumah sehingga petugas tak bisa menemui.
“Tali C pemberitahuan bukan satu-satunya syarat untuk menggunakan hak pilih. Masyarakat bisa pakai KTP atau dokumen kependudukan lainnya,” ujarnya. (Fitri)
