Pakar UGM Sebut Konflik Israel – Palestina Picu Perang Global, Pemerintah Diminta Punya Peran

Avatar of Redaksi
Screenshot 20250624 091158
Dosen Hubungan Internasional (HI) Fisipol UGM Muhadi Sugiono. (ugm.ac.id)

Sleman, kabarterdepan.com – Pakar Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebut terdapat potensi ancaman yang lebih serius buntut konflik perang rudal hingga drone yang terjadi antara Iran dan Israel.

Dosen Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UGM Muhadi Sugiono menyampaikan bahwa potensi konflik tersebut akan menyeret negara lainnya di blok masing-masing menuju perang global.

“Situasi ini menjadi sorotan banyak pihak karena keterlibatan aktor-aktor besar dunia bisa mempercepat dinamika menuju ketegangan geopolitik global,” ujarnya, Senin (23/6/2025).

Berbagai aspek disebutnya telah menjadi penyebab eskalasi terjadi yang sudah berlangsung sejak lama, bukan hanya aksi sepihak. Iran yang memiliki kemampuan mumpuni dalam bidang bidang nuklir disebut menjadi ancaman bagi Israel.

Berdasarkan laporan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) 2024 menyebut bahwa Iran memperkaya uranium hingga 60%, melebihi batas ketentuan. Namun sampai saat ini, belum ada bukti yang menyatakan bahwa Iran secara aktif memproduksi senjata nuklir.

Dicabutnya, Israel geram karena Iran dianggap melanggar Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) yang tidak diikuti oleh Israel sendiri.

Meskipun belum ada deklarasi resmi untuk berperang, Eskalasi yang terjadi antara kedua negara ini disebutnya membuka peluang adanya perang terbuka. Terlebih menurutnya tidak ada mekanisme de-eskalasi yang menjadikan konflik tersebut terus meluas.

Selain itu, keterlibatan Amerika Serikat terhadap serangan Israel penyerangan 3 situ nuklir di Fordo, Natanz, dan isfahan mempersulit kondisi yang ada. “Kondisi ini memperparah risiko terjadinya konflik regional berskala luas,” katanya.

Oleh karena itu, ia menyebut jika konflik ini perlu segera ditangani oleh forum Multilateral. Jika tidak, negara-negara sekutu dari masing-masing blok akan ikut dalam eskalasi yang lebih besar.

Alih-alih menjadi penengah, negara-negara dengan masing-masing preferensi politiknya mendukung salah satu pihak, sehingga menyulitkan adanya kesepakatan damai.

“Padahal, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, mereka memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas global,” ungkapnya.

Dampak Terhadap Indonesia

Sebagai negara dengan yang menganut keterbukaan ekonomi, Indonesia disebutnya terdampak konflik Iran-Israel. Hal tersebut terjadi karena adanya keterbatasan rantai pasokan energi seperti lonjakan harga minyak dan gangguan logistik global.

Selain itu Indonesia juga akan mendapati dilema, antara mempertahankan menjaga hubungan bilateral dengan negara-negara Timur Tengah atau berada dalam posisi sebagai negara yang bebas aktif.

Jaga Ketertiban Dunia

Konsistensi menurutnya dibutuhkan bagi Indonesia untuk mendorong seluruh negara Timur Tengah sesuai dengan prinsip yang dianut untuk menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Muhadi juga mendorong agar konflik tersebut diselesaikan secara diplomatik dan mengutuk serangan Israel.

“Indonesia perlu menjadi suara moderat yang aktif mendorong perdamaian, serta memperjuangkan perlucutan senjata nuklir yang adil dan konsisten,” pungkasnya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page