IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Pakar Politik Luar Negeri Sebut Prabowo-Gibran Bakal Menangi Pilpres 2024

Prabowo - Gibran saat mendaftar Capres dan Cawapres ke KPU (Instagram @fraksipartaigerindra)
Prabowo-Gibran saat mendaftar Capres dan Cawapres ke KPU (Instagram @fraksipartaigerindra)

Jakarta, kabarterdepan.com – Pakar politik luar negeri sekaligus Guru Besar Ilmu Politik Australian National University (ANU), Marcus Mietzner, menyebut pasangan calon (paslon) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan memenangi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Analisa itu ia sampaikan dengan berbekal hasil Lembaga indicator Politik Indonesia periode 30 Desember 2023-6 Januari 2024 dengan hasil eletabilitas Prabowo-Gibran jauh melampaui dua kontestan lainnya.

Responsive Images

Elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 45,79 persen. Sedangkan elektabilitas Anies-Muhaimin 25,47 persen dan Ganjar-Mahfud 22,96 persen. Sementara yang tidak memilih dan tidak menjawab sebesar 5,78 persen.

Marcus Mietzner melihat keunggulan Prabowo-Gibran pada survei kali ini sangatlah masif. Ini diperkuat dengan beberapa hasil survei Lembaga lainnya yang menempatkan Prabowo-Gibran di posisi unggul jauh.

“Jadi keunggulannya itu tidak tipis, dan tidak dalam satu survei, tapi secara konstan dan selisihnya dengan pesaingnya itu luar biasa besar,” ujarnya dalam menanggapi hasil survei Indikator secara daring, Kamis (18/1/2024).

Marcus Mietzner menilai, selisih angka elektabilitas yang begitu besar mencapai 20 persen itu dapat dipastikan Prabowo-Gibran akan menang dalam Pilpres 2024.

“Saya rasa itu harus dibaca juga dalam konteks komparatif. Kalau kita lihat Pemilu-Pemilu seluruh dunia, kalau ada angka seperti itu, konstalasi seperti itu, rata-rata komentator akan bilang ini sudah selesai,” kata Marcus.

Berdasarkan pengalamannya mengamati pemilihan-pemilihan di belahan dunia lain, keunggulan sebesar itu garansi kemenangan untuk paslon 02.

“Misalnya Anda melihat contoh lain di Amerika atau di negara lain, 20 persen itu orang akan menganggap selesai. Bisanya selisihnya tiga persen, empat persen, lima persen, tujuh persen, masih ada kemungkinan untuk hasilnya berubah, tapi kalau 20 persen biasanya dianggap sudah sangat besar,” papar Marcus.

Marcus juga menilai suara migrasi pemilih Jokowi ke Prabowo yang sangat signifikan. Ini terlihat dari besarnya angka nonmuslim yang memilih Prabowo pada survei Indikator, mencapai 44,4 persen. Dia mengatakan selama dua Pilpres sebelumnya (2014 dan 2019), suara nonmuslim selalu dikuasai Jokowi.

“Sekarang untuk pertama kali dalam sejarah elektoral Prabowo, dia di atas, di kalangan nonmuslim,” kata Marcus.

Marcus pun menyatakan, dengan skenario apapun, satu putaran atau dua putaran, Prabowo-Gibran akan diprediksi kuat memenangkan pertarungan.

“Sudah hampir pasti bahwa Prabowo dengan skenario apapun akhirnya akan menjadi Presiden,” jelasnya. (*)

Responsive Images

Tinggalkan komentar