Pabrik Garmen PT MTG Terbakar, Pemkab Sleman Berharap Tidak Ada PHK Karyawan

Avatar of Redaksi
IMG 20250522 WA0001 1
Jumpa pers tanggap darurat kebakaran pabrik garmen PT Matatam Tunggal Garment (MTG) di Pendopo Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman, DIY pada Rabu (21/5/2025). (Hadid Husaini/kabarTerdepan.com) 

Sleman, kabarterdepan.com — Pabrik garmen milik PT Mataram Tunggal Garment (MTG) di Ngaglik, Sleman, DIY yang terbakar pada Rabu pagi (21/5/2025). Musibah itu berdampak bagi ribuan karyawan yang terancam kehilangan pekerjaannya.

Pasalnya kebakaran tersebut membuat produksi lumpuh, diperparah sejumlah pesanan dari luar negeri yang dibatalkan buntut peristiwa tersebut.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman pun telah menawarkan sejumlah opsi agar produksi PT MTG tetap berjalan.

Dari pendampingan yang dilakukan, pabrik tersebut rencananya disepakati untuk pindah sementara di lokasi yang memungkinkan, salah satunya di bekas produksi PT Primissima yang telah berhenti bergerak.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan perusahaan terkait langkah yang bisa dilakukan ke depan.

Pemkab Sleman melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait baik Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah melakukan kesepakatan untuk melakukan alih kerja untuk bagi para karyawan.

Saat ditemui, Danang menyampaikan bahwa para karyawan belum menentukan nasib mereka ke depan.

“Saya diskusi dengan para pekerja mengaku juga masih kebingungan,” kata Danang saat jumpa pers di Pendopo Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman, Rabu siang.l (31/5/2025).

Ia berharap kondisi tersebut diharapkan tidak menjadikan PT MTG berhenti produksi terutama melayani pesanan yang datang dari luar negeri.

“Ekspor juga banyak, harapannya yang paling penting bagi kami agar karyawan bisa diberdayakan sehingga tidak terjadi PHK,” ujar Danang.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman disebutnya juga akan akan memfasilitasi para karyawan terdampak agar bisa ditampung di industri yang memungkinkan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Mae Rusmi menyampaikan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan direksi dari PT Primissima.

“Komunikasi awal, kami sudah menyampaikan dengan direksi PT Primissima, nggih di sana ada pabrik yang memang masih berdiri dan tidak dipergunakan, ini akan ditindaklanjuti,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Sleman Sutiasih menyampaikan pihaknya akan memberikan fasilitas berupa layanan rekrutmen kepada para karyawan.

Dengan kondisi karyawan yang saat ini dirumahkan tanpa batas waktu tertentu, pihaknya belum bisa menentukan kesepakatan untuk langkah selanjutnya.

Kendati begitu pihaknya akan mengawal para karyawan terdampak untuk tetap mendapatkan haknya selama dirumahkan.

“Kami sudah siap jika terjadi PHK dengan pelatihan dan rekrutmen pekerja melalui Taksi Pekerjanya,” ujar Sutiasih.

“Kami belum berani menggarap pekerjaanya karena masih masuk dalam PT MTG, perlu ada kesepakatan dulu, tapi saat kondisinya belum kondusif,” katanya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page