
Yogyakarta, kabarterdepan.com – Berharap terjadi lonjakan pada periode libur Waisak, kondisi okupansi hotel di DIY malah menurun.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, penurunan tersebut mencapai 20 persen dibanding tahun sebelumnya mencapai 90 persen.
Pasalnya untuk periode 9 hingga 12 Mei okupansi hotel baru mencapai 75 persen dari target yang ditetapkan PHRI pada liburan ini mencapai 85 persen.
Kondisi tersebut memperparah kondisi sebelumnya dimana hotel-hotel mengalami penurunan pendapatan usai efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah.
Hal tersebut terjadi karena minimnya kegiatan MICE yang menjadi sumber pendapatan yang paling dominan.
Deddy menyampaikan sejumlah alasan terjadinya penurunan okupansi di DIY.
“Saat ini tumbuh kos-kosan murah untuk jangka waktu harian,” katanya saat dihubungi kabar terdepan.com, Senin (12/5/2025).
“Selain itu ada juga homestay dan villa-villa yang tidak berizin dan tidak membayar pajak tapi banyak wisatawan. Tempat itu dipilih karena lebih murah,” imbuhnya.
Ia menyampaikan bahwa meskipun terjadi penurunan, sebagian wisatawan disebutnya telah melakukan reservasi.
“Sudah ada yang reservasi (membayar DP), tapi itu uangnya tidak full,” katanya. (Hadid Husaini)
