Ning Ita Gencarkan Program STAR di 3 Kelurahan, Siap Digulirkan Masif Se-Kota Mojokerto pada 2026

Avatar of Lintang
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menggencarkan sosialisasi Program STAR (Sekolah Orang Tua Anak Remaja). (Kominfo Kota Mojokerto)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menggencarkan sosialisasi Program STAR (Sekolah Orang Tua Anak Remaja). (Kominfo Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari terus bergerak cepat memperkuat benteng ketahanan keluarga di wilayahnya.

Sebagai langkah konkret menekan angka kenakalan remaja, Ning Ita menggencarkan sosialisasi Program STAR (Sekolah Orang Tua Anak Remaja) di tiga titik strategis, yakni Kelurahan Blooto, Wates, dan Kedundung, pada Rabu (17/12).

Inisiatif ini dirancang untuk memberikan edukasi mendalam bagi para orang tua agar mampu menjalin komunikasi yang lebih efektif dengan anak-anak mereka yang beranjak remaja.

Asal-usul Program STAR

Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut mengungkapkan bahwa Program STAR lahir dari keprihatinan mendalam atas maraknya fenomena kenakalan remaja di lingkungan masyarakat saat ini.

Berdasarkan pengamatannya, persoalan tersebut sering kali berakar dari lemahnya komunikasi antara orang tua dan anak di rumah.

“Melihat maraknya kenakalan remaja, maka saya membuat satu program yaitu STAR, Sekolah Orangtua Anak Remaja yang ini harus dilakukan secara masif pada tahun 2026 nanti di seluruh kelurahan se-Kota Mojokerto,” tutur Ning Ita.

Ia menjelaskan, Program STAR telah lebih dulu dijalankan sebagai proyek percontohan dan diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional beberapa bulan lalu.

Setelah berjalan selama satu bulan, Pemkot Mojokerto melakukan wawancara dan pengambilan testimoni dari remaja maupun orang tua peserta.

“Hasilnya sangat signifikan. Dalam empat kali pertemuan, komunikasi antara orang tua dan anak menjadi jauh lebih terbuka. Sebelumnya, banyak yang tidak nyambung, anak tidak terbuka kepada orang tuanya, dan orang tua pun kesulitan mengajak komunikasi karena perbedaan bahasa dan sudut pandang,” katanya.

Namun setelah mengikuti Program STAR hingga prosesi wisuda, lanjut Ning Ita, terjadi perubahan nyata dalam kondisi keluarga peserta. Hubungan orang tua dan anak menjadi lebih hangat, terbuka, dan saling memahami.

Berangkat dari keberhasilan tersebut, Ning Ita menegaskan bahwa pada tahun 2026 seluruh kelurahan di Kota Mojokerto akan diwajibkan melaksanakan Program Sekolah Orang Tua Anak Remaja. Langkah ini diambil sebagai upaya sistematis untuk menurunkan angka kenakalan remaja di lingkungan masyarakat.

“Faktor utama kenakalan remaja adalah rendahnya ketahanan keluarga. Ketahanan keluarga yang rendah ini disebabkan oleh lemahnya komunikasi antara orang tua dan anak-anak remaja,” tuturnya.

Melalui Program STAR, Pemkot Mojokerto memfasilitasi penguatan komunikasi dalam keluarga dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, seperti psikolog, dokter, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN).

“STAR ini kami rancang untuk mengeliminasi angka kenakalan remaja dengan memperkuat ketahanan keluarga,” kata Ning Ita.

Ke depan, setelah Program STAR berjalan secara masif di seluruh kelurahan, Pemkot Mojokerto akan melakukan survei menyeluruh untuk mengukur dampaknya.

Survei tersebut akan menilai sejauh mana Program STAR berkontribusi terhadap penurunan angka kenakalan remaja serta peningkatan ketahanan keluarga di Kota Mojokerto. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page