Nekat Buka Saat Ramadan, 15 Kafe Pasar Bintara Bekasi Barat Ditutup Paksa

Avatar of Redaksi
Ramadan
Camat Bekasi Barat, Sudarsono bersama Satpol PP dan tokoh masyarakat saat penutupan kafe di Pasar Bintara (Yanso/kabarterdepan.com)

Bekasi, KabarTerdepan.com – Maraknya tempat hiburan yang tetap beroperasi di bulan suci Ramadan mendorong Pemerintah Kota Bekasi mengambil langkah tegas.

Melalui Kecamatan Bekasi Barat, sebanyak 15 kafe di kawasan Pasar Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, ditutup pada Rabu (25/02/2026) malam.

Penutupan tersebut merupakan tindak lanjut dari maklumat Wali Kota Bekasi terkait kewajiban menutup tempat hiburan malam selama Ramadan. Pemerintah kecamatan menegaskan bahwa aturan tersebut bersifat mengikat dan harus dijalankan tanpa pengecualian.

Camat Bekasi Barat, Sudarsono, menegaskan bahwa maklumat tersebut tidak boleh dipandang sebagai formalitas semata.

“Maklumat bukan sekadar dibaca. Tetapi harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh sesuai dengan poin-poin penting yang telah tertuang di dalamnya. Tidak boleh ada yang mengabaikan,” tegasnya.

Tegaskan Peran Perangkat Wilayah

Menurut Sudarsono, Ramadan merupakan bulan yang sakral bagi umat Muslim sehingga perlu dihormati bersama. Karena itu, aktivitas yang berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah masyarakat tidak akan diberikan toleransi.

Ia juga meminta jajaran perangkat wilayah, mulai dari Ketua RW, RT hingga Kepala Pasar, untuk berani bersikap tegas apabila masih ditemukan pelanggaran.

“Jangan ragu untuk menegur. Jangan ragu untuk bertindak. Ini adalah tanggung jawab kita bersama dalam menjaga ketertiban lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, Camat Sudarsono menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi agar terus melakukan pengawasan secara intensif di wilayah Bekasi Barat.

Jika masih ditemukan tempat hiburan malam yang nekat beroperasi selama Ramadan, sanksi tegas sesuai peraturan daerah akan langsung diberlakukan.

Jaga Kondusivitas Ramadan

Penegakan aturan ini, lanjutnya, bukan semata-mata bentuk pembatasan usaha, melainkan wujud penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan serta upaya menjaga kondusivitas wilayah.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mengisi Ramadan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti tadarus Al-Qur’an, meningkatkan ibadah, berbagi dengan sesama, serta mempererat tali silaturahmi.

“Kita jaga bersama kesucian bulan Ramadan ini. Isi dengan kegiatan yang baik dan bermanfaat. Hindari segala bentuk aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat,” pungkasnya.

Langkah ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kecamatan Bekasi Barat dalam menciptakan suasana Ramadan yang aman, tertib, dan penuh kekhusyukan bagi seluruh warga. (Yanso)

Tinggalkan komentar

You cannot copy content of this page