
Surabaya, Kabarterdepan.com – Mengantisipasi kemacetan panjang di musim libur natal 2025 dan tahun baru 2026 (Nataru), Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur telah melakukan pemetaan 12 titik kemacetan yang tersebar di berbagai lokasi.
Nyono Kepala Dishub Jawa Timur mengatakan 12 titik yang sudah dipetakan ini berada di berbagai wilayah di Jawa Timur, seperti Simpang 3 Mengkreng, Ruas Jalan Wisata Cimory Prigen Pasuruan, Taman Dayu Pandaan Pasuruan, dan Exit Tol arah Taman Dayu Pasuruan.
Selain itu terdapat pula di Ruas Jalan Karanglo, Malang, Pintu Tol Pakis, Malang, Simpang 3 Bendo, Mojokerto, dan Alun-Alun Batu, Ruas Jalan Wisata Jatim Park 3 Kota Batu.
“Ada juga di Ruas Jalan Wisata Jatim Park 1 dan 2, Ruas Jalan Wisata Museum Angkut Kota Batu, Ruas Jalan arah Pelabuhan Ketapang Banyuwangi,” kata Nyono, Jumat (26/12/2026).
Koordinasi Dishub Jatim dan Pengaturan Lalu Lintas
Kepala Dishub Jatim menambahkan, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan berbagai stakeholder terkait dalam mengatur arus lalu lintas untuk meminimalisir kepadatan di berbagai titik kepadatan kendaraan.
Pengaturan arus lalu lintas di titik kemacetan sangat penting agar kendaraan dapat bergerak dengan lancar demi kenyamanan masyarakat.
“Kita juga akan menyiapkan alat lalu lintas lain guna mendukung Rekayasa Lalu Lintas (traffic cone, water barrier), dan penempatan Petugas tambahan pada titik yang menjadi perhatian,” tambahnya.

Tidak hanya itu Dishub Jawa Timur juga menyiapkan titik peristirahatan di 29 titik terminal Tipe B di seluruh Jatim, yang dapat dimanfaatkan para pengguna jalan dan masyarakat untuk melepas lelah setelah menempuh perjalanan jauh.
Terminal Tipe B di Jawa Timur yang dapat dimanfaatkan sebagai Rest Area yakni Terminal Padangan, Temayang, Betek, Lamongan, Bunder, Larangan, Kertajaya, Anjuk ladang, Caruban, Maospati, dan Magetan.
Selain itu juga bisa di Terminal Tipe B Ngadirojo, Kesamben, Batu, Hamid Rusdi, Landungsari, Untung Suropati, Minak Koncar, Ambulu, Arjasa, Bondowoso, Situbondo, Brawijaya, Trunojoyo, Ronggosukowati, Bangkalan, Kepuhsari, Mojosari dan Terminal Tipe B Pare.
Dishub Jatim juga memberikan himbauan kepada masyarakat yang akan mudik atau berlibur untuk menjaga kondisi tubuh dan kesehatan. Tidak lupa juga menjaga kondisi kendaraan dengan melakukan perawatan sebelum menempuh perjalanan panjang.
Secara nasional, pergerakan masyarakat pada periode Nataru diproyeksikan meningkat 2,71 persen. Provinsi Jatim menjadi salah satu tujuan dengan tingkat mobilitas sekitar 16 juta arus masuk.
“Sedangkan yang masuk ke Jawa Timur sekitar 16 sekian juta. Artinya, arus masuk ke Jatim lebih besar,” pungkasnya.
