Nasi Cokot Pulorejo Mojokerto, Jadi Andalan Menu Sarapan Warga, Enak, Terjangkau dan Praktis

Avatar of Redaksi
IMG 7832
Potret Nasi Cokot milik Kusrin dengan kemasan praktis dan desain estetik. (Ceci / Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Nasi Cokot milik Kusrin menjadi salah satu sajian praktis yang mulai dikenal di Mojokerto.

Dengan harga terjangkau dan nasi uduk berbumbu, menu ini mulai menarik perhatian pembeli dari berbagai latar belakang.

Usaha ini awalnya dijalankan secara daring dengan sistem pesan antar.

“Kita open pesanan dulu, lalu nganter ke pasar pagi atau sore. Kalau temannya anak saya pesan, sekalian dibawakan ke sekolah. Kadang juga bawa lebih untuk dijual di sana,” ujar Kusrin, pemilik usaha, Rabu (16/7/2025).

Sejak tiga bulan terakhir, Nasi Cokot mulai dijual langsung lewat lapak yang berlokasi di dekat Lapangan Pulorejo, Kota Mojokerto.

Jam Buka Nasi Cokot di Mojokerto

Lapak ini buka setiap hari mulai pukul 05.30 hingga sekitar pukul 16.00 WIB, tanpa hari libur kecuali jika ada kendala mendesak.

Nama “Dapur Mak KJ” diambil dari kata ‘Mak’ yang berarti ibu dalam bahasa Jawa, serta ‘KJ’ yang merupakan singkatan nama anaknya: King dan Jeane.

Menu utamanya adalah nasi uduk berbumbu dengan isian ayam suwir, kornet, dan telur dadar. Ayam suwir bisa dipilih dengan tingkat kepedasan sesuai selera.

Nasi dibungkus rapi dalam kemasan estetik, dilengkapi stiker logo yang ditempel tepat di bagian tengah.

“Harganya cuma enam ribu rupiah. Kalau yang jumbo, delapan ribu,” jelas Kusrin.

Ada juga varian nasi cokot ikan kemangi, menggunakan ikan pindang yang disuwir dan dimasak dengan bumbu rempah serta daun kemangi.

Persiapan dimulai sejak malam hari, terutama untuk ayam suwir yang harus direbus, disuwir, lalu dibumbui.

Dalam sehari, Kusrin bisa memasak hingga dua kilogram nasi uduk. Jika ramai, ia akan memasak tambahan.

Panggilan “Bu Cokot” kini melekat pada Kusrin, berasal dari pelanggan yang semakin akrab dan terbiasa menyebutnya dengan nama menu jualannya.

Ia berharap usahanya bisa terus berkembang, dan suatu saat mampu membuka tempat makan yang lebih besar seperti depot atau kafe.

Selain Nasi Cokot, Dapur Mak KJ juga menyediakan menu pelengkap seperti pecel, nasi lodeh, dan rawon.

Pecel lengkap dengan tempe goreng, bali tahu, telur dadar, dan peyek dibanderol enam ribu rupiah.

Nasi lodeh seharga delapan ribu rupiah, sementara rawon berisi daging, tempe goreng, bali, dan kerupuk dijual sepuluh ribu rupiah.

Tersedia pula aneka minuman seperti teh, kopi, dan air mineral untuk melengkapi sajian. Meski menu utamanya tetap Nasi Cokot, pilihan ini menjadi pelengkap yang tidak kalah diminati oleh pelanggan tetap. (Ceci)

Responsive Images

You cannot copy content of this page