NASA Pecahkan Rekor, Wahana Parker Solar Probe Capai Jarak Terdekat Matahari

Avatar of Redaksi
SmartSelect 20241225 215159 Chrome
Potret wahana Parker Solar Probe saat mendekati matahari (NASA)

Internasional, Kabarterdepan.com – NASA mencatat sejarah baru dalam eksplorasi antariksa dengan wahana Parker Solar Probe yang mencapai jarak terdekat umat manusia ke Matahari pada Malam Natal.

Pesawat ruang angkasa ini menyelam hingga 3,8 juta mil (6,1 juta kilometer) dari permukaan Matahari, sebuah pendekatan yang memecahkan rekor sebelumnya. Dalam misinya, Parker Solar Probe menghadapi suhu ekstrem hingga 1.400 derajat Celsius dan radiasi tinggi, yang diatasi dengan perisai karbon canggih setebal 11,5 cm. Kecepatan wahana ini mencapai 430.000 mil per jam (692.000 kilometer per jam), menjadikannya objek buatan manusia tercepat dalam sejarah.

Wahana yang diluncurkan pada Agustus 2018 ini telah melintasi Matahari sebanyak 21 kali. Pendekatan kali ini menandai momen penting dalam upayanya untuk “menyentuh” Matahari dan memecahkan misteri lama, seperti alasan korona Matahari (lapisan atmosfer luar) memiliki suhu jutaan derajat, jauh lebih panas daripada permukaan Matahari yang bersuhu sekitar 6.000 derajat Celsius.

Menurut Dr. Nicola Fox, Kepala Divisi Sains di NASA, pihaknya telah berabad-abad mempelajari Matahari.

“Kita telah mempelajari Matahari selama berabad-abad, tetapi kita tidak benar-benar dapat memahami atmosfernya sampai kita mengunjunginya,” ungkap Fox dikutip dari BBC News, Selasa (24/12/2024).

Selain itu, wahana ini juga bertugas mengumpulkan data tentang angin matahari, aliran partikel bermuatan yang memengaruhi medan magnet Bumi. Data ini penting untuk memahami cuaca luar angkasa, yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem elektronik dan komunikasi di Bumi.

Selama penerbangan dekat ini, Parker Solar Probe tidak dapat berkomunikasi dengan Bumi karena berada dalam kondisi ekstrem. Para ilmuwan NASA dijadwalkan menerima sinyal dari wahana pada pukul 05.00 GMT, 28 Desember 2024 nanti, untuk memastikan keberhasilannya melewati tantangan ini.

Misi Parker Solar Probe dijadwalkan berlangsung selama tujuh tahun, dengan dua pendekatan terdekat lainnya pada Maret dan Juni 2024. Wahana ini memberikan kesempatan untuk mengamati Matahari pada puncak aktivitasnya selama solar maksimum, memperkaya pemahaman ilmiah tentang siklus Matahari dan dampaknya pada tata surya.

Dr. C. Alex Young dari NASA menyatakan bahwa Matahari adalah satu-satunya bintang yang dapat diamati secara rinci sekaligus diukur secara langsung, menjadikannya laboratorium alami di tata surya.

“Matahari adalah laboratorium di tata surya kita yang memungkinkan kita mempelajari semua bintang lain di alam semesta dan bagaimana semua bintang tersebut berinteraksi dengan miliaran dan miliaran planet lain yang mungkin mirip atau tidak mirip dengan planet kita di tata surya kita,” kata Young dikutip dari CNN, Selasa (24/12/2024).

Keberhasilan misi ini diharapkan membuka wawasan baru dalam sains dan teknologi, sekaligus melindungi kehidupan di Bumi dari ancaman cuaca luar angkasa di masa depan. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page