
Jombang, Kabarterdepan.com – Kabupaten Jombang, Jawa Timur menyimpan jejak penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Sejumlah pegiat sejarah berinisiatif melakukan napak tilas jejak sejarah yang mengaitkan Jombang dengan kelahiran putra sang fajar, Ir. Soekarno.
Para pegiat menelusuri sejumlah lokasi bersejarah yang dipercaya memiliki kaitan erat dengan masa kecil Bung Karno.
Perjalanan dimulai dengan ziarah dan doa bersama di makam Ki Ageng Alimin atau Mbah Ngalimin di Kecamatan Kabuh, Jombang. Sosok ini merupakan kakek dari Mas Kiai Suro Sentono atau Kek Suro, tokoh spiritual yang menjadi penasehat Bung Karno saat tinggal di Istana Yogyakarta pada tahun 1946–1949. Makam Kek Suro sendiri berada di Yogyakarta, satu kompleks dengan makam H.O.S. Cokroaminoto.
Napak Tilas Rumah Kelahiran Bung Karno di Jombang
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke bekas Sekolah Desa di kawasan Terminal Ploso, tempat Soekarno kecil pernah bersekolah. Menjelang sore, napak tilas berlanjut ke rumah kelahiran Bung Karno yang berada di Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso.
Di lokasi tersebut, para pegiat berdialog dengan Mbah Masfi’in, kuncen Titik 0 Soekarno, serta sejumlah sesepuh setempat. Mereka bersama-sama berdoa agar penetapan Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso dapat segera diwujudkan.
Kegiatan napak tilas juga dilanjutkan dengan ziarah ke makam Mbok Suwi, pengasuh bayi Bung Karno, yang masih berada di Desa Rejoagung. Usai berdoa, mereka bersilaturahmi dengan Abdul Hamid, cucu angkat Mbok Suwi, yang menceritakan kisah pengasuhan Bung Karno sejak lahir.
Salah satu pegiat sejarah, Umar Fauzi, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk mengenang Bung Karno, tetapi juga menumbuhkan kesadaran sejarah di kalangan generasi muda.
“Bung Karno adalah pemimpin besar dan pahlawan nasional yang pernah dimiliki bangsa Indonesia. Sudah sepatutnya kita mendoakan beliau dan seluruh arwah para pahlawan agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Umar Fauzi, Senin (10/11/2025).

“Berdasarkan informasi yang kami terima, Bung Karno lahir di Ploso, Jombang. Ini juga untuk memberikan edukasi kepada para generasi muda bahwa di Jombang pernah dilahirkan Sang Proklamator,” ujarnya.
Sementara itu, pemerhati sejarah Arif Yulianto atau Cak Arif menambahkan, hasil penelusuran dan berbagai sumber data menunjukkan bahwa Bung Karno memang dilahirkan di Ploso, Jombang, pada 6 Juni 1902.
“Berdasarkan beseluit pemerintah Hindia Belanda, ayah Bung Karno pindah mengajar ke Ploso yang saat itu merupakan wilayah Karesidenan Surabaya dan saat ini masuk wilayah Kabupaten Jombang pada bulan Desember 1901,” terang Cak Arif.
“Kemudian ada data tulisan tangan ayah Bung Karno yang bernama Raden Soekeni Sosrodihardjo yang menuliskan Bung Karno lahir pada tanggal 6 Juni 1902,” urai Cak Arif.
Ia juga menegaskan bahwa saksi kelahiran Bung Karno, Kek Suro atau Mas Kiai Suro Sentono, berasal dari Jombang.
“Di Ploso ada pula makam Mbok Suwi yang mengasuh Bung Karno sejak lahir. Ada pula makam Mbah Joyo Dipo yang merupakan teman masa kecil Bung Karno,” jelasnya.
“Sehingga sudah jelas bahwa Bung Karno memang lahir di sebuah rumah menghadap ke timur di Gang Buntu Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang pada tanggal 6 Juni 1902,” pungkas Cak Arif. (Karimatul Maslahah)
