Musim Panen Tiba, Petani Tebu di Sragen Tersenyum Harga Jual Naik

Avatar of Redaksi
Sejumlah petani tebu di Sragen mulai panen.( Masrikin/kabarterdepan.com)
Sejumlah petani tebu di Sragen mulai panen.( Masrikin/kabarterdepan.com)

Sragen, kabarterdepan.com – Sejumlah petani tebu wilayah di Kabupaten Sragen tersenyum gembira. Pasalnya mendekati raya tebu dikabarkan harga tebu mengalami kenaikan yakni berkisar 7 persen.

“Harga tebu saat ini alami kenaikan dibanding tahun lalu, semula diharga Rp 65.000 per kwintal namun saat ini mengalami kenaikan hingga 7 persen atau sekitar Rp 76.000 per kuwintal,” kata Joko Pramana salah satu petani tebu di Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Selasa (25/6/2024).

Menurutnya, hasil panen tebu saat ini cukup memuaskan. Dari jumlah luasan 4 hektare tanaman tebu miliknya, dirinya bisa mendapatkan hasil 288 ton tebu atau Rp 218 juta satu kali panen.

Dari penghasilan kotor tersebut dikurangi dengan biaya tenaga dan pupuk dan pengolahan lahan, ia berhasil mendapat keuntungan sekitar Rp 100 juta rupiah.

“Bersyukur, harga tebu saat ini naik, Dari tebu 4 hektare bisa dapat keuntungan sekitar Rp 100 juta bersih,” ungkapnya.

Musim panen tebu di wilayah utara bengawan akan habis hingga bulan Agustus nanti. Diprediksi harga akan cenderung naik dikarenakan rendemennya kadar gula naik disebabkan di bulan tersebut curah hujan berkurang.

“Musim panen tebu di utara bengawan, di wilayah Gesi, Mondokan Jenar dimulai pada Bulan Juni ini, dan berakhir di bulan Agustus. Biasanya pada bulan tersebut kualitas tebu semakin bagus, dimungkinkan harga juga akan naik,” ungkapnya.

Lebih lanjut Joko mengakui peningkatan harga tebu tidak lepas dari peran serta pemerintah pusat yang menentukan sistem pembelian tebu di wilayah Jawa pada rendemen 7 persen senilai Rp 690.000 per ton. Hal itu berpengaruh besar pada pendapatan petani tebu khususnya di daerah penghasil tanaman tebu.

“Kebijakan pemerintah saat ini dapat dirasakan oleh petani tebu, semoga di musim tebu mendatang harga tebu masih tetap stabil,” pintanya.

Sementara diketahui untuk hasil panen tebu di wilayah Sragen, khususnya utara bengawan, para petani menjual hasil panennya ke sejumlah pabrik gula di Yogyakarta dan Pati Jawa Tengah.

“Tiap kali panen tebu para petani menyetorkan atau menjual langsung ke pabrik gula Madukismo Jogja dan Trangkil Pati,” tandasnya.

Sebagai informasi tambahan, sebelumnya Pemerintah pusat Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) dengan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor B-406/KB 110/E/05/2024 tanggal 3 Mei 2024 lalu.

Dimana dalam surat edaran itu, disebutkan bahwa harga dengan sistem pembelian tebu di wilayah Jawa pada rendemen 7 persen senilai Rp.690.000 per ton.Ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri gula nasional secara berkelanjutan. ( Masrikin)

Responsive Images

You cannot copy content of this page