Momentum Bulan PRB di Mojokerto, Launching Buku Resiliensi Berkelanjutan

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Sambutan Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin dalam momentum bulan PRB, Launching Buku Resiliensi berkelanjutan di pendopo graha Maja tama. (Innka Cristy Natalia/kabarterdepan.com)
Sambutan Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin dalam momentum bulan PRB, Launching Buku Resiliensi berkelanjutan di pendopo graha Maja tama. (Innka Cristy Natalia/kabarterdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, KabarTerdepan.com – Momentum Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2025 di Kabupaten Mojokerto menjadi perhatian publik. Acara Launching dan Talkshow Buku Compendium Resiliensi Berkelanjutan digelar di Pendopo Graha Maja Tama, Kamis (02/10/2025).

Rinaldi Rizal Sabirin menyampaikan bahwa peringatan bulan PRB di Bumi Majapahit menjadi momen refleksi mendalam bagi seluruh warga. Ia menekankan bahwa sejarah panjang peradaban Mojokerto mengingatkan masyarakat akan tantangan alam yang terus ada, namun selalu bisa dihadapi dengan kekuatan bersama.

“Di Mojokerto terdapat 9 bencana alam yaitu banjir sedang, banjir bandang, tanah longsor, kebakaran, kekeringan, angin kencang, cuaca ekstrem, dan gempa bumi,” ujar Rinaldi.

Bulan PRB Jadi Momentum

Ia menambahkan, peringatan Bulan PRB harus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dari pemerintah hingga masyarakat. Dengan kebersamaan, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih aman serta terhindar dari dampak buruk bencana.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, menegaskan bahwa Compendium Resiliensi Berkelanjutan merupakan referensi penting. Buku tersebut diharapkan menjadi pedoman seluruh komponen bangsa dalam memperkuat ketangguhan berkelanjutan.

“Compendium ini bukan hanya kumpulan praktik baik, tetapi juga cerminan pengetahuan bersama, pengalaman lapangan, serta inovasi dari kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Raditya juga menekankan bahwa kontribusi pemikiran dan pengalaman seluruh elemen pentaheliks sangat berharga dalam memperkaya isi Compendium. Menurutnya, keterlibatan aktif dari semua pihak menjadi kunci dalam membangun resiliensi nasional.

“Kiranya Compendium ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan membangun resiliensi yang inklusif, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Dalam talkshow tersebut, hadir sejumlah narasumber berkompeten. Mereka adalah Senior Technical Adviser Program Siap Siaga Lu’lu Muhammad, Ketua Program Studi Kebencanaan Lingkungan dan Pariwisata Universitas Dr. Soetomo Surabaya Wiwiek Harwiki, Kepala Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim Institut Teknologi Sepuluh Nopember Hepi Hapsari Handayani, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin, serta Sekretaris Jenderal Forum PRB Jawa Timur Catur Sudharmanto. (Innka Cristy Natalia)

Responsive Images

You cannot copy content of this page