Mojokerto Geger! Waria Viral Ditangkap Polisi, Jual Konten Panas di Grup Telegram VIP

Avatar of Redaksi
Polres Mojokerto amankan waria, terduga penjual dan pemeran konten pornografi via Telegram VIP (Redaksi / Kabarterdepan.com)
Polres Mojokerto amankan waria, terduga penjual dan pemeran konten pornografi via Telegram VIP (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Warga Mojokerto digegerkan dengan penangkapan seorang waria yang diduga menjadi pemain sekaligus penjual konten pornografi di aplikasi Telegram.

Pelaku yang dikenal dengan nama dunia maya Fhatin Oktavia itu diamankan tim Resmob Satreskrim Polres Mojokerto setelah digerebek di rumah kos, Dusun Tegaldadi, Desa Mojosulur, Kecamatan Mojosari, Selasa (2/9/2025) malam.

Pelaku berinisial FAC (27), pria asal Dusun Rungkut, Desa Randuharjo, Kecamatan Pungging, Mojokerto. Saat diamankan sekitar pukul 21.00 WIB, ia tidak melakukan perlawanan. Polisi langsung membawa FAC beserta barang bukti ke Mapolres Mojokerto.

Barang Bukti Mengejutkan

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti mencengangkan. Mulai dari handphone, alat kontrasepsi, pelumas, hingga topeng yang diduga dipakai untuk memproduksi konten dewasa.

Kanit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto, Ipda Sukron Makmun, membenarkan penangkapan tersebut.

“Benar, pelaku sudah kami amankan dan masih diperiksa intensif,” ujarnya singkat.

Jual Konten Lewat Telegram VIP

Dari hasil penyelidikan, akun Telegram pelaku dengan nama @FO ternyata aktif menawarkan akses konten berbayar. Tarif keanggotaan VIP dipatok antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu secara permanen.

Dalam promosi di media sosial, akun tersebut bahkan kerap membagikan cuplikan video panas sebagai pancingan. Tak main-main, beberapa konten memperlihatkan adegan threesome dan lokasi yang diduga berada di wilayah Mojosari, Mojokerto.

Cari Talent Pria Muda

Lebih mengejutkan lagi, akun @FO juga membuka perekrutan pria muda sebagai talent untuk pembuatan video. Syaratnya berusia 17 – 25 tahun, berpenampilan menarik, dan berani tampil di depan kamera.

Polisi menduga sebagian video memang diproduksi di Mojokerto. Saat ini, penyidik masih mendalami apakah ada jaringan lebih besar yang terlibat dalam bisnis konten pornografi berbayar tersebut.

Polisi Dalami Jaringan Lebih Luas

Kasus ini menambah daftar panjang peredaran konten pornografi di aplikasi tertutup seperti Telegram. Polres Mojokerto menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page