Miris, Empat Orang dalam Satu Keluarga di Grobogan Alami Gangguan Jiwa

Avatar of Redaksi
satu keluarga di Grobogan
Petugas gabungan Dinas Sosial Grobogan jemput satu keluarga di Grobogan yang mengalami gangguan jiwa untuk dapatkan perawatan medis ( masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan, kabarterdepan.com – Satu keluarga di Grobogan terdiri dari Seorang nenek, dan kedua anak serta seorang cucu yang berstatus satu keluarga di Dusun Muniareng, Desa Jetaksari, Kecamatan Pulokulon, Grobogan mengalami gangguan jiwa (ODGJ).

Ke empat orang tersebut dijemput paksa oleh tim gabungan dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk dibawa ke RSUD Setempat.

Mirisnya lagi, selain mengalami gangguan jiwa, rumah tempat mereka tinggal tersebut sudah tidak layak huni.

Hal itu diungkapkan Yuli Herawati Subkor Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Dinsos Grobogan, Kamis (8/8/2024).

“Karena keadaan, keempatnya harus melakukan perawatan di rumah sakit untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan,” katanya.

Pihaknya mengaku, baru mendapatkan laporan dari pendamping sosial terkait adanya satu keluarga di Grobogan dengan gangguan jiwa yang tinggal di rumah yang tidak layak huni itu.

“Langsung kami cek ke lokasi bersama tim dari Puskesmas 2 Pulokulon,” ucapnya.

Satu Keluarga di Grobogan Mengalami Gangguan Jiwa

Dijelaskan, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh seorang guru kelas MI yang berkunjung ke keluarga tersebut untuk meminta sidik jari ijazah.

Guru kelas tersebut kaget saat mendapati siswanya dalam kondisi tidak biasa, mengalami gangguan kejiwaan. Ditambah lagi, beberapa anggota keluarganya mengalami hal yang sama.

“Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke TKSK kecamatan dan diteruskan ke kami. Hingga akhirnya kami kemarin (Selasa (6/8/2024) berkunjung ke rumah terlapor,” katanya.

Keempat ODGJ tersebut, kata Yuli tidak memiliki tanda pengenal maupun kartu keluarga. Menurut pihak desa, keluarga tersebut tidak pernah datang saat dilakukan perekaman e-KTP.

Terkait biaya pengobatan, Yuli menambahkan bahwa keempat orang tersebut akan dibiayai oleh bantuan sosial (Bansos).

“Rencananya, kita bansos kan dulu aja, yang penting tertangani dulu. Kita bantu dengan bansos. Kita anggap seperti membantu orang telantar,” ungkapnya.

Senada dengan Yuli, Sub Koordinator penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa Dinkes Grobogan Subandi menambahkan bahwa kemungkinan besar keempat orang tersebut dapat disembuhkan.

“Kita ikhtiar dulu secara medis, nanti kalau kondisinya sudah stabil maka akan kita akan gali lagi terkait yang lainya,” katanya.

Sementara itu, salah seorang tetangga, Triyono yang turut mengantarkan keempat orang ODGJ itu ke RSUD mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung lama. Darwati dan anak sulungnya, Nyahmo diketahui terlebih dahulu menderita gangguan jiwa. Kemudian disusul anak keduanya, Siswati yang menderita gangguan jiwa usia bercerai dengan suaminya.

“Kalau cucunya baru saja. Awalnya juga normal, sekolah di MI,” ungkapnya.

Triyono mengaku, sejumlah tetangga seringkali membantu keluarga tersebut. Namun, Darwati selalu mengembalikan semua yang diberikan tetangganya.

“Cucunya sering tak kasih makan di rumah saya. Soalnya, neneknya kalau dikasih sesuatu dikembalikan,” ujarnya.

Kades Jetaksari, Triyono yang ikut mengantarkan keluarga tersebut ke RSUD mengatakan bahwa pihaknya akan membantu RTLH keluarga tersebut.

“Hari ini mulai dirobohkan rumahnya. Kami bantu RTLH dan swadaya masyarakat,” katanya. (Masrikin)

Responsive Images

You cannot copy content of this page