Sensasi Mie Pedas Carolina Reaper di Pungging Bikin Keringat Mengucur

Pengunjung sedang menikmati olahan mie dengan menggunakan cabai carolina reaper yang dikenal sebagai cabai paling pedas se-dunia (Redaksi / Kabarterdepan.com)
Pengunjung sedang menikmati olahan mie dengan menggunakan cabai carolina reaper yang dikenal sebagai cabai paling pedas se-dunia (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Anda pencinta pedas, belum lengkap jika tak mencicipi menu olahan mie dengan menggunakan cabai carolina reaper yang dikenal sebagai cabai paling pedas se-dunia.

Menu olahan mie pedas ini bisa didapatkan di sebuh tempat makan di Dusun Joho, Desa Tempuran, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto,.

Di sini berdiri sebuah kedai sederhana yang kini ramai diperbincangkan para pencinta kuliner pedas. Aroma mie rebus yang khas berpadu dengan wangi cabai menyengat langsung menyambut siapa pun yang melangkah masuk.

Sensasi Carolina Reaper

Kedai ini menawarkan pengalaman makan yang berbeda, bukan sekadar pedas biasa, melainkan sensasi dari cabai Carolina Reaper.

Begitu duduk, suasana kedai terasa hidup. Beberapa pengunjung tampak menahan pedas dengan wajah memerah, sementara lainnya sibuk meneguk es teh untuk menyejukkan lidah yang terbakar rasa pedas.

Salah satu pengunjung asal Surabaya, Rukmi Wardani, mengaku datang karena rasa penasaran setelah melihat unggahan di media sosial.

“Rasanya enak terus pedasnya itu level 1 sudah cukup,” ujarnya, Minggu (9/11/2025) pagi.

Perempuan 45 tahun yang akrab disapa Danik itu tak puas hanya di level 1, ia memberanikan diri memesan level 2 yang memiliki tingkat kepedasan cukup tinggi.

“Karena pedasnya itu lebih mantap menggunakan cabe Caroline itu,” tambahnya.

Kedai ini memang memiliki tingkatan pedas yang bervariasi. Namun, bagi pengunjung baru, level 1 saja sudah cukup membuat dahi berkeringat dan lidah bergetar. Sementara bagi mereka yang menyukai tantangan, setiap kenaikan level berarti penambahan porsi cabai yang berlipat-lipat.

Di dapur kecil di balik meja kasir, sosok Firman Setiawan tampak sibuk meracik adonan mie. Dialah sang chef sekaligus otak di balik menu yang kini viral itu.

“Kita di sini menjual mie sehat yang bahannya menggunakan bahan alami dari tepung dan telur tanpa bahan pengawet,” jelasnya.

Menurut Firman, meski banyak pelanggan datang karena ingin membuktikan sensasi pedas Carolina Reaper, mereka akhirnya jatuh cinta pada rasa gurih dan tekstur mie yang kenyal.

“Yang menjadi favorit Mie Level pedas karena menggunakan cabe Carolina yang terpedas di dunia,” ungkapnya.

Firman menambahkan, tingkat kepedasan level 1 saja sudah sebanding dengan 10 cabai biasa.

“Ini kalau level 1 sama aja dengan menggunakan 10 cabai biasa,” lanjutnya sambil tertawa kecil.

Selain menyajikan tantangan ekstrem bagi pecinta pedas, kedai ini juga menjadi tempat nongkrong favorit warga sekitar. Suasana hangat, aroma mie yang menggoda, serta harga yang terjangkau membuat pengunjung betah berlama-lama.

Cukup dengan Rp 15.000 per porsi, pelanggan sudah bisa menikmati mie buatan tangan lengkap dengan topping pangsit dan taburan daging ayam.

Tak heran jika setiap sore kedai ini selalu dipenuhi pengunjung, baik yang datang untuk berburu sensasi pedas maupun sekadar menikmati kelezatan mie khas.

Responsive Images

You cannot copy content of this page