
Semarang, Kabarterdepan.com – Pernyataan anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Eugenia Mardanugraha, yang mendorong pentingnya upaya memproteksi produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri dari maraknya produk impor yang masuk ke Indonesia, harus disikapi dengan ekstra waspada.
Kepala Kanwil VII KPPU Yogyakarta-Jawa Tengah, Hendry Setyawan mengatakan hal tersebut di sela pertemuannya dengan petinggi Universitas Negeri Semarang (UNNES) terkait upaya pemberdayaan UMKM di Gedung Rektorat Semarang, Rabu (5/6/2024).
“Maraknya serbuan produk impor murah akan mematikan industri lokal dan UMKM. Produk impor murah akan melindas dan memporak-porandakan UMKM. Publik mindset nya sudah kadung terbentuk dengan barang impor yang murah,” tegasnya.
Namun, lanjutnya, pelaku UMKM sendiri mesti kreatif dalam menghasilkan unit-unit UMKM.
“Ketika disandingkan dengan produk impor tidak malu-maluin dan terkesan murahan. Bahkan harus memiliki keunggulan. Produk UMKM kita dikenal keunikannya, nah keunikan itulah yang kita jual. Keunikan itu harus menjadi nilai tambah,” tukasnya.

Hendry menilai, pelaku UMKM kurang memiliki keberanian untuk bersaing, terutama dengan produk impor.
“Pelaku UMKM minder duluan. Produk impor kemasannya eye catching, pilihan warna menarik, murah, meski tidak punya keunikan. UMKM kita punya semuanya, desain anak-anak sekarang bagus-bagus, yang dibutuhkan keberanian,” sarannya.
Pada kesempatan berbeda, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, Ratna Kawuri menggarisbawahi, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Dharma Wanita Prov Jateng, dalam mewadahi kiprah UMKM Jateng.
“Kita adakan pameran, bazar, pasar murah. Semua itu untuk mensosialisasikan pada masyarakat terkait produk UMKM. Publik bisa membandingkan dengan produk impor di lain tempat,” urainya.
Kendati KPPU mensinyalir terkait ancaman produk impor utamanya UMKM. Semua kembali pada pelaku UMKM sendiri.
“Tidak kurang pak Nana (Pj Gubernur Jateng) memberikan jaminan bahwa produk UMKM pasti dapat tempat, namun harus punya jiwa entertain salah satunya berani tampil beda,” tambahnya.
Dengan demikian, lanjutnya, jika KPPU menangkap sinyal seperti itu, UMKM mesti bergegas, segera berbenah. (Ahmad)
