Meutya Hafid: Tantangan Pers Semakin Kompleks di Era Digital dan AI

Avatar of Redaksi
IMG 20250515 WA0102
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, hadir dalam acara serah terima jabatan pengurus Dewan Pers baru di Jakarta. (Fajri/Kabarterdepan.com)

Jakarta, Kabarterdepan.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan pentingnya peran Dewan Pers dalam menjaga mutu informasi publik, khususnya di tengah gempuran disrupsi digital dan perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin kompleks.

“Ini tugasnya memang menantang. Tantangan terhadap pers semakin bertambah, terkhusus sekarang di era media baru,” ujarnya dalam acara Serah Terima Jabatan Dewan Pers dari periode 2022–2025 kepada kepengurusan baru 2025–2028, yang berlangsung pada Rabu (14/5/2025).

Meutya menjelaskan bahwa derasnya arus informasi digital saat ini menuntut tingkat ketelitian yang tinggi dalam memilah kebenaran. Ia juga menekankan bahwa hal ini harus disertai komitmen yang kuat terhadap kode etik jurnalistik.

Ia memperingatkan bahwa kehadiran teknologi artificial intelligence membawa potensi besar dalam memperparah penyebaran informasi palsu secara luas.

“Dengan teknologi artificial, katanya, publik akan semakin sulit membedakan mana yang betul dan mana yang palsu,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai tantangan yang dihadapi Dewan Pers kini semakin besar dalam memastikan praktik jurnalisme tetap etis dan berkualitas.

Dalam kesempatan itu, Meutya juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap berkurangnya ruang redaksi dan menyusutnya jumlah pekerja media dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini tentu bukan sekadar isu bisnis, tapi juga dapat menyangkut kualitas demokrasi dan hak publik untuk mendapatkan informasi yang akurat,” tuturnya.

Sebagai respons terhadap situasi tersebut, Meutya mendorong Dewan Pers untuk memperkuat komunikasi internal dengan para konstituen dan menjaga ruang redaksi dari segala bentuk tekanan yang dapat mengancam independensi media.

“Dalam tantangan ini, Dewan Pers menjadi semakin penting kehadirannya sebagai pilar penjaga independensi, etika, dan kualitas jurnalisme Indonesia. Saya percaya, anggota Dewan Pers yang baru dilantik memiliki kapasitas dan integritas untuk menjalankan tugas mulia ini,” kata Meutya menutup sambutannya.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Ketua Komisi Yudisial Prof. Syamsuddin Rasyid, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Ubaidillah, jajaran dari TVRI dan RRI, serta perwakilan dari Polri, TNI, dan tokoh-tokoh pers nasional.

Momentum serah terima jabatan ditandai dengan pengalihan tanggung jawab dari Ninik Rahayu kepada Prof. Komaruddin Hidayat sebagai Ketua Dewan Pers yang baru. (Fajri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page