
Bekasi, Kabar Terdepan– Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melakukan peninjauan ke lokasi mesin pompa yang terbakar di Polder Kalimati, Kelurahan Marga jaya. Insiden ini terjadi di tengah upaya penanggulangan banjir yang melanda tujuh kecamatan di Kota Bekasi.
Antisipasi Banjir, DPRD Minta Pemkot Surabaya Percepat Pembangunan Rumah Pompa
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan bahwa alat tersebut baru dinyalakan pukul 02.00 WIB untuk menangani luapan air akibat hujan deras sejak Rabu (29/1/2026) sore. Namun, sekitar pukul 10.00 WIB, mesin meledak dan tidak bisa digunakan.
“Alat ini baru kita nyalakan tadi pagi dari jam 2, kemudian tadi kejadian kurang lebih jam 10-an, meledak dan hari ini tidak bisa digunakan yang satu,” ujar Tri saat inspeksi langsung ke lokasi, Kamis (30/1/2026).
Tri menjelaskan, peningkatan debit air Kali Bekasi mulai terpantau sejak Rabu sore. Pemerintah Kota Bekasi pun menaikkan status siaga tiga, disertai peringatan dini agar warga bersiap menghadapi banjir.
“Dampaknya kalau ini tidak kita bantu, itu cukup luar biasa. Ini dasnya DAS (Daerah Aliran Sungai) Rawalumbu yang mulai dari Rawalumbu, dari Jembatan 1 sampai Jembatan 9,” katanya.
Pompa Tambahan Dikerahkan Usai Insiden Terbakarnya Mesin di Polder Kalimati
Merespons insiden tersebut, Tri langsung mengerahkan satu unit pompa portabel tambahan hasil koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) yang membawahi Kali Bekasi. Kendaraan khusus juga disiagakan untuk mempercepat distribusi air ke Kali Bekasi.
“Kita dengan gerak cepat, kombinasi dengan BBWSCC, siapkan satu tambahan jenis portable. Kendaraan kita siagakan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Susanto, membenarkan teknisi dari BBWSCC telah diturunkan untuk menangani alat yang terbakar. Pihaknya juga meminta dukungan suku cadang tambahan untuk memperbaikinya.
“Kita langsung minta teknisi turun, minta suku cadang tambahan dari mereka,” tutur Idi.
Idi menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan BBWSCC Kota Bekasi sejak malam sebelumnya. Kepala BBWSCCÂ bahkan turun langsung untuk memantau situasi.
“Malam juga Kepala BBWSCC turun langsung. Komunikasi sudah lancar, kita kurang bisa minta, kita bantu mereka,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi kerusakan serupa, DBMSDA Kota Bekasi menyiagakan empat unit jenis portabel, yang dapat segera diturunkan ke titik-titik yang memerlukan.
Hingga berita ini diturunkan, perbaikan di Polder Kalimati masih terus dilakukan. Pemkot Bekasi memastikan operasional pemompaan air tetap berjalan, menggunakan alat cadangan untuk mencegah luapan air semakin meluas. (Yanso)
