Menteri Transmigrasi: Feasibility Study Jadi Kunci Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi

Transmigrasi
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara saat hadir di Forum Dewan Guru Besar Indonesia di ITS. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com – Dalam upaya mendorong terciptanya kawasan pertumbuhan ekonomi baru, Kementerian Transmigrasi terus berupaya meningkatkan kualitas tim ekspedisi patriot.

Ekspedisi patriot adalah proses pemetaan potensi, identifikasi komoditas unggulan, serta penyusunan desain investasi dan pengembangan kawasan berbasis data, mirip KKN dengan nuansa lebih nasionalis dan fokus pada kewirausahaan.

Tim Ekspedisi patriot melibatkan mahasiswa/peneliti muda dari universitas top. Mereka terjun langsung  kawasan transmigrasi untuk riset, pengembangan ekonomi lokal, dan pemberdayaan masyarakat, mengubahnya menjadi pusat pertumbuhan baru.

Menteri Transmigrasi Terapkan 2 Faktor

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan untuk meningkatkan kualitas tim ekspedisi patriot dirinya menerapkan 2 faktor. Faktor pertama yakni meningkatkan output dari yang awalnya pra Feasibility study menjadi Feasibility study.

Feasibility study (studi kelayakan) adalah analisis mendalam untuk menilai apakah sebuah proyek atau usaha baru layak secara teknis, ekonomis, finansial, hukum, operasional, dan lingkungan sebelum diimplementasikan.

“Harapannya Feasibility Study ini nanti ready to offer. Offer kepada siapa, tentu saja kepada investor. Sehingga nanti yang menjadi penentu keberhasilan ini adalah sebanyak apa hasil penelitian ini dibeli oleh investor,” kata Sulaiman Suryanagara saat menghadiri Forum Dewan Guru Besar di ITS, Kamis (11/12/2025).

Sulaiman menambahkan faktor kedua yakni pengabdian setelah melakukan pemetaan melalui Feasibility study tim ekspedisi patriot akan mengabdi ke suatu wilayah sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

Di sana mereka akan mendampingi masyarakat secara langsung agar dapat memberikan nilai tambah dan memajukan wilayahnya.

“Jadi setelah selesai dipetakan, misalkan kita lihat disatu kawasan mengalami kekurangan produktivitas, maka akan kita dampingi. Itu yang akan kami gerakkan, jadi langsung terjun ke masyarakat,” tambahnya.

Dirinya menegaskan terkait pengabdian sendiri tim ekspedisi patriot telah membantu korban banjir bandang yang terjadi di Sumatra, khususnya yang dekat dengan wilayah transmigrasi.

Walaupun pemerintah memberikan fasilitas evakuasi untuk kembali ke Jakarta, tetapi mereka tetap memilih tinggal dan membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Saya juga apresiasi mereka yang ada di wilayah transmigrasi Sumatra. Sudah saya ajak ke Jakarta tetapi mereka tidak mau. Jiwa patriotisme nya tinggi, mereka ingin membantu masyarakat disana,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page