Menkeu Purbaya Klarifikasi Soal 17+8 Hanya Suara Sebagian Kecil Rakyat: Saya Masih Pejabat Baru, Jadi Kagetan

Avatar of Redaksi
IMG 20250910 WA0037
Potret Purbaya Yudhi Sadewa bersama Sri Mulyani usai acara serah terima jabatan. (Youtube Kementerian Keuangan RI)

Nasional, Kabarterdepan.com – Menteri Keuangan yang baru dilantik, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan permintaan maaf terkait tanggapannya soal 17+8 Tuntutan Rakyat yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Hal ini disampaikan usai acara serah terima jabatan Menteri Keuangan di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Purbaya menegaskan bahwa isu tuntutan 17+8 bukanlah representasi suara mayoritas masyarakat Indonesia, melainkan aspirasi dari sebagian kecil pihak.

“Ini kan saya masih pejabat baru disini, menterinya juga kagetan. Jadi kalau ngomong kata bu Sri Mulyani gayanya Koboy. Waktu di LPS sih enggak ada yang monitor, jadi saya tenang. Ternyata di keuangan beda. Salah ngomong sudah pelintir sana sini. Jadi saya kemarin kalau ada kesalahan saya mohon maaf, kedepannya akan lebih baik lagi,” ujar Purbaya.

Purbaya menambahkan, Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinannya akan tetap fokus pada program utama pemerintah, yakni pemulihan ekonomi nasional, penguatan APBN, serta menjaga stabilitas fiskal.

Ia berkomitmen untuk mengedepankan transparansi, dialog, dan komunikasi terbuka dengan masyarakat maupun lembaga legislatif.

Acara serah terima jabatan tersebut berlangsung khidmat, dihadiri oleh pejabat kementerian, perwakilan DPR, serta sejumlah tokoh ekonomi nasional. Purbaya juga mengapresiasi kinerja menteri sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati, yang menurutnya telah meninggalkan fondasi kuat bagi pengelolaan keuangan negara.

“Ini saya kan baru disini yang jelas saya akan berusaha semaksimal mungkin. Nanti juga minta petunjuk Ibu Sri Mulyani supaya kebijakan fiskal kita bisa bagus dan ekonomi secara keseluruhan bisa tumbuh lebih baik lagi,” tambahnya.

Purbaya Yudi juga menyampaikan kepada media untuk meminta waktu untuk bekerja dengan baik. Jika sudah berbulan-bulan ia mempersilakan mengkritik kinerjanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudi mendapatkan sorotan publik usai pernyataannya yang menanggapi tuntutan tentang 17+8 yang sedang dibicarakan masyarakat Indonesia.

“Itu suara sebagian kecil rakyat kita, kenapa? Mungkin sebagian ngerasa keganggu hidupnya, masih kurang ya,” kata Purbaya, Senin (8/9/2025).

Ia menilai aspirasi itu akan mereda jika pemerintah mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. (Izhah)

Responsive Images

You cannot copy content of this page