Mengupas Sejarah dan Rahasia di Balik Patung Gajah Mada, Ikon Baru Kota Mojokerto

Avatar of Redaksi
IMG 20241223 WA0009 scaled
Potret Patung Gajah Mada di persimpangan Jalan Gajah Mada dan Jalan Bhayangkara (Riris / Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Kota Mojokerto mencatat sejarah baru dengan pendirian Patung Mahapatih Gajah Mada di tengah kota, tepatnya di persimpangan Jalan Gajah Mada dan Jalan Bhayangkara menggantikan Tugu Adipura. Proses pemasangan patung dilakukan pada Sabtu (21/12/2024) dini hari, yang langsung menarik perhatian warga setempat untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Patung setinggi 5,5 meter dengan berat mencapai 1,5 ton ini dibuat dari bahan cor semen dan pasir dengan kerangka besi. Patung ini menampilkan sosok Mahapatih Gajah Mada dalam balutan busana khas Majapahit berwarna keemasan yang mencolok, mencerminkan kebesaran dan kejayaan masa lalu. Di tangan kanannya, Gajah Mada memegang pusaka, simbol kekuatan dan kepemimpinan yang menjadi ciri khasnya sebagai pemersatu Nusantara.

Sejarah Gajah Mada

Gajah Mada merupakan salah satu tokoh terpenting dalam sejarah Nusantara, terutama di masa kejayaan Kerajaan Majapahit (1350-1389). Sebagai Mahapatih (perdana menteri) Majapahit, ia dikenal karena Sumpah Palapa, sebuah ikrar yang menyatakan bahwa ia tidak akan menikmati kenikmatan duniawi sebelum berhasil mempersatukan seluruh Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.

Peran Gajah Mada sangat penting dalam memperluas wilayah Majapahit hingga meliputi sebagian besar wilayah Indonesia saat ini, termasuk Semenanjung Malaya dan sebagian Filipina. Ia juga berjasa dalam menciptakan sistem administrasi pemerintahan yang kuat, yang menjadi salah satu fondasi keberhasilan Majapahit sebagai kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara.

Mojokerto, yang menjadi lokasi berdirinya patung ini, memiliki ikatan kuat dengan sejarah Majapahit. Wilayah ini dikenal sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit, dengan Trowulan sebagai ibu kotanya. Di sini, banyak peninggalan arkeologis seperti candi, petirtaan, dan situs kuno yang menjadi saksi kejayaan Majapahit. Kehadiran patung Gajah Mada di Mojokerto semakin mempertegas koneksi historis ini dan mengingatkan generasi penerus akan pentingnya peran Gajah Mada dalam membangun persatuan dan kejayaan Nusantara.

Kolaborasi Seniman Lokal di Trowulan

Patung Mahapatih Gajah Mada merupakan hasil kolaborasi antara lima seniman lokal dari Kabupaten dan Kota Mojokerto. Empat di antaranya berasal dari Kabupaten Mojokerto, yaitu Mulyono, Reyfandis, Maulana, dan Ade, sementara Putut Nugroho mewakili Kota Mojokerto.

Pengerjaan patung dilakukan di Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, yang terkenal sebagai salah satu kawasan bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit. Dalam waktu sekitar satu setengah bulan, para pematung bekerja keras untuk menciptakan karya seni ini, memadukan keahlian teknis dan nilai historis.

Proses Pembuatan dan Filosofi

Proses pembuatan patung ini tidak hanya fokus pada estetika, tetapi juga pada nilai-nilai sejarah dan kebudayaan yang ingin disampaikan. Patung ini dirancang untuk mencerminkan kebesaran Majapahit sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya persatuan dan semangat kepemimpinan.

Pendirian patung ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kota Mojokerto dalam memperkuat identitas sejarah kota sebagai pusat kejayaan Majapahit. Patung ini juga diharapkan menjadi daya tarik wisata baru yang dapat meningkatkan kunjungan ke Mojokerto, sekaligus memperkenalkan lebih jauh sejarah dan budaya Majapahit kepada masyarakat luas.

Makna dan Harapan di Baliknya

Patung Mahapatih Gajah Mada tidak sekadar menjadi penghias kota, tetapi juga memiliki pesan mendalam. Sosok Gajah Mada dikenal dengan Sumpah Palapa, yang menggambarkan tekadnya untuk mempersatukan Nusantara di bawah panji Majapahit. Patung ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat Mojokerto dan Indonesia untuk terus menjaga persatuan, gotong royong, dan semangat membangun bangsa.

Selain menjadi simbol kebanggaan Mojokerto, patung ini juga menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan dan menghargai warisan budaya nenek moyang. Dengan keberadaan patung ini, Mojokerto semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu pusat sejarah dan budaya di Indonesia.

Peresmian patung ini tidak hanya menjadi momen bersejarah bagi Mojokerto, tetapi juga menjadi pengingat akan kejayaan masa lalu yang bisa menjadi inspirasi untuk membangun masa depan yang lebih gemilang. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page