Mengungkap Bahaya Roti Berjamur: Apa yang Terjadi pada Tubuh Setelah Tak Sengaja Memakannya?

Avatar of Lintang
Ilustrasi roti berjamur. (Freepik)
Ilustrasi roti berjamur. (Freepik)

Kesehatan, Kabarterdepan.com – Roti, salah satu makanan pokok yang paling umum dikonsumsi, memiliki masa simpan yang terbatas. Meski seringkali disimpan di suhu ruang, tak jarang kita menemukan bintik-bintik jamur yang muncul di permukaannya.

Sayangnya, karena tidak selalu terdeteksi dengan baik, beberapa orang tak sengaja mengonsumsi roti yang sudah berjamur. Pertanyaannya, seberapa bahaya hal tersebut bagi kesehatan?

Tanda-tanda Roti Berjamur yang Sering Terlewat

Jamur pada roti seringkali ditandai dengan bintik-bintik berwarna hijau, abu-abu, atau hitam pada bagian permukaan. Selain perubahan visual, roti yang berjamur juga akan mengeluarkan bau tak sedap yang khas.

Namun, perlu diketahui bahwa spora jamur dapat menyebar melalui udara dan tumbuh hingga ke bagian dalam roti yang tidak terlihat oleh mata telanjang.

Melansir dari Eating Well, Sabtu (30/8/2025), saat Anda melihat bintik-bintik jamur pada permukaan, kemungkinan besar jamur telah menyebar ke sebagian besar roti, termasuk bagian yang lebih dalam.

Hal ini berarti, memotong bagian yang berjamur saja tidak akan sepenuhnya menghilangkan kontaminasi. Berikut ini reaksi tubuh ketika tak sengaja konsumsi roti berjamur.

Reaksi Tubuh Ketika Tak Sengaja Konsumsi Roti Berjamur

1. Keracunan

Konsumsi roti berjamur dapat mengakibatkan keracunan makanan. Tubuh akan merasa mual, muntah, diare, hingga sakit kepala.

2. Reaksi alergi

Konsumsi jamur atau menghirup spora jamur bisa memicu reaksi alergi. Kondisi ini biasanya ditandai dengan masalah pernapasan seperti serangan asma, batuk, dan bersin.

Anda perlu berhati-hati jika sampai mengalami mengi atau kesulitan bernapas yang parah. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih berisiko mengalami komplikasi yang mengancam jiwa.

Demikian penjelasan mengenai reaksi tubuh saat makan roti berjamur. Hindari roti berjamur untuk mencegah reaksi-reaksi di atas. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page