Mengatasi Stres Tanpa Ribet, Tips Coping Mechanism untuk Semua Masalah

Avatar of Redaksi
relaxed asian woman meditates workplace sits zen pose against desktop with flowers desk lamp notepads wears striped casual jumper tries relax after work isolated pink background
Ilustrasi wanita sedang melakukan meditasi (Freepik)

Life Style, Kabarterdepan.com – Kamu mungkin pernah mengalami stres yang akhirnya membuat semua aktivitas menjadi kurang terkelola dengan baik. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari pekerjaan yang tak ada habisnya hingga tugas sekolah yang menumpuk.

Ketika stres melanda, rasa malas seringkali muncul, bahkan untuk sekadar bangun dari tempat tidur. Namun, tak perlu khawatir. Sebanyak apa pun masalah yang dihadapi, semuanya dapat diatasi asalkan kamu tahu strategi coping mechanism ini.

Pengertian Coping Stres

Coping mechanism atau coping stres adalah strategi yang dilakukan seseorang untuk mengatasi stres. Intinya, kamu punya cara untuk menghadapi situasi saat lagi stres sehingga mengurangi dampak buruk ke fisik dan mental.

Menurut Richard Lazarus, ada dua bentuk coping stres yang bisa kamu pilih yaitu problem focused coping dan emotion focused coping.

Problem focused coping berorientasi pada masalah. Kamu bisa menghadapi stres itu secara langsung dan mengambil tindakan untuk menyelesaikannya seperti mencari bantuan konseling, membatasi diri sendiri, mengakhiri hubungan dengan seseorang yang memicu stres, dan membuat perencanaan.

Sementara itu, emotion focused coping berorientasi pada emosi. Kamu bisa mengalihkan stres dengan mengendalikan perasaan dan kondisi emosional. Gampangnya bentuk ini berarti mengelola emosimu sendiri seperti mencari dukungan emosional berupa simpati atau pengertian, melakukan meditasi, mengintrospeksi diri, berpikir positif dan memaafkan orang lain.

Strategi Coping Stres

Setiap masalah punya bentuk coping stres yang berbeda-beda. Berikut strategi-strategi yang bisa kamu terapkan untuk menangani stres secara efektif.

1. Lakukan Identifikasi dan Pemecahan Masalah

Langkah pertama dalam mengatasi stres adalah kamu harus mengidentifikasi sumber stres dan memahami bagaimana masalah itu memengaruhimu. Catat apa yang menyebabkan stres dan bagaimana perasaan itu mempengaruhimu. Pikirkan penyebab utamanya, apakah karena faktor eksternal atau internal? Memahami akar masalah membantumu dalam menentukan solusi yang tepat.

Pisahkan masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Rencanakan langkah-langkah konkret untuk menyelesaikan setiap bagian masalah. Ini membantumu mengurangi rasa kewalahan dan memberikan arah yang jelas.

2. Lakukan Relaksasi

Lakukan latihan pernapasan dalam, meditasi atau yoga yang dapat membantumu menenangkan pikiran dan tubuh. Latih pernapasan diafragma dengan cara mengambil napas dalam-dalam melalui hidung, tahan beberapa detik lalu hembuskan perlahan melalui mulut. Selain itu, kamu bisa meluangkan waktu untuk meditasi dan yoga setiap hari. Relaksasi sendiri berfungsi untuk membantu mengurangi ketegangan fisik dan mental yang disebabkan oleh stres.

3. Cari Dukungan Sosial

Carilah dukungan dari orang lain dengan berbicara pada teman, keluarga atau meminta bantuan psikolog yang dapat memberikan dukungan secara emosional dan solutif. Jangan ragu untuk berbagi perasaan dan masalahmu dengan orang-orang terdekat. Kamu juga bisa mencari dukungan kelompok atau komunitas yang memiliki pengalaman serupa. Dukungan dari orang yang mengalami situasi yang sama dapat sangat membantumu. Dukungan sosial dapat membantumu mengurangi beban masalah.

4. Lakukan Aktivitas Fisik

Lakukan aktivitas fisik seperti berolahraga secara teratur karena dapat meningkatkan mood dan mengurangi stres. Rencanakan aktivitas fisik seperti jogging, bersepeda atau berenang setidaknya 30 menit sehari. Cobalah kegiatan yang menyenangkan seperti menari atau hiking untuk mengalihkan perhatian dari stres. Aktivitas fisik merangsang produksi endorfin yang dapat membantumu merasa lebih baik.

5. Ubah Cara Pandang

Lakukan reframe prespektif atau ubah cara pandangmu terhadap masalah. Cobalah untuk melihat situasi dari sudut pandang yang lebih positif atau belajar dari pengalaman tersebut. Kamu juga bisa melakukan kegiatan journaling seperti menuliskan hal-hal yang kamu syukuri atau pencapaian kecil setiap hari untuk mengalihkan fokus dari masalah dan meningkatkan rasa syukur.

6. Buat Prioritas dan Atur Jadwal

Tuliskan semua tugas dan tanggung jawabmu lalu prioritaskan berdasarkan urgensinya. Bagi tugas menjadi bagian-bagian kecil lalu susun to do list karena dapat membantumu mengelola beban kerja dengan lebih efektif. Terapkan teknik seperti metode Pomodoro (kerja 25 menit, istirahat 5 menit) untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi rasa kewalahan. Jika tidak memungkinkan lebih baik delegasikan tugas-tugas kepada orang lain untuk meringankan beban kerjamu.

7. Praktikkan Mindfulness dan Penerimaan Diri

Latih mindfulness untuk membantumu berada di keadaan saat ini dan menerima ketidakpastian dengan lebih baik. Berlatih untuk tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Mulai menerima diri dan mengakui bahwa tidak semua hal berjalan sesuai rencana. Penerimaan tidak berarti menyerah tetapi lebih memahami dan menyesuaikan diri dengan situasi yang ada.

Kamu bisa mencoba berbagai strategi di atas untuk menemukan bentuk coping stres apa yang paling cocok untuk masalahmu. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page