IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Mengapa di Akhir Kekuasaannya Jokowi Justru Sangat Populer?

Avatar of Jurnalis : Ano - Editor : Muzakki
Screenshot 20230917 120748 Instagram
Presiden Jokowi pada sidang pleno KabarTerdepan.comT ke-43 ASEAN di Jakarta. (Instagram:@jokowi)

Oleh: Denny JA

Seorang presiden di tahun terakhir kekuasaannya, apalagi di periode kedua, umumnya babak belur. Tingkat kepuasan publik padanya, merosot dan merosot lebih rendah lagi.

Responsive Images

Tapi mengapa dalam kasus Jokowi, itu tidak terjadi. Tingkat kepuasan publik pada Jokowi di tahun terakhir kekuasaannya masih sangatlah tinggi.

Kita mulai dengan data. Ini survei LSI Denny JA, dari bulan Mei hingga Agustus tahun 2023. Setiap bulan, dilakukan tracking survei di tahun 2023.

Tingkat kepuasan publik kepada Jokowi berkisar dari 76,2% hingga 80%. Ini rating yang sangatlah tinggi. Ini kondisi yang sangatlah mencengangkan.

Bagaimana menjelaskannya? Apa yang membuat Jokowi tetap populer, tetap membuat rakyatnya puas? Tentu ini impresi rakyat banyak, hasil kombinasi dari apa yang mereka lihat antara kinerja Jokowi dan pesonality-nya.

Dalam kinerja, publik luas merasakan sendiri manfaat dari misalnya BPJS. Bagaimana biaya kesehatan mereka begitu dijamin, dengan harga yang terjangkau bahkan gratis.

Untuk kesehatan juga untuk pendidikan, publik dipuaskan. Juga untuk bantuan sosial, terutama ketika bencana 3 tahun covid-19. Walau ada bocor anggarandi sana dan di sini, tapi penilaian publik untuk bansos sangat tinggi.

Pasti tetap ada yang kritis kepada Jokowi, terutama dari kalangan terpelajar. Namun kalangan terpelajar di Indonesia ini jumlahnya kurang dari 10%.

Secara kualitas, catatan kalangan terpelajar sangatlah penting. Tapi dalam ukuran approval rating, bukan kualitas namun kuantitas opini yang terhitung.

Hal lain yang mencolok soal Jokowi adalah personalitasnya. Publik berpandangan Jokowi peduli pada rakyat. Kepedulian Jokowi mereka rasakan otentik, tidak dibuat- buat atau acting.

Jokowi juga dinilai rendah hati dan santun. Kesan atas personalitas juga besar pengaruhnya untuk approval rating, tingkat kepuasaan publik.

Saya sendiri punya pengalaman pribadi dengan Jokowi soal personality- nya.

Pada akhir bulan Juli 2023, seorang ajudan Presiden menelepon saya. Ia menyatakan Pak Denny, bapak presiden ingin berbicara, ingin bertemu Jika Pak Denny ada waktu.

Saya pun segera meluncur ke istana. Di ujung meja, Pak Jokowi duduk, sendirian. Kata pertama yang dinyatakan Jokowi: “Maaf Mas Denny, jika ini mengganggu hari libur Mas Denny. “

Saya jawab: “Tidak sama sekali Pak Presiden. Justru sebuah kehormatan jika dipanggil oleh seorang presiden.”

Kami pun bicara empat mata, 30 hingga 45 menit. Jokowi nampak begitu santun, rendah hati, mendengar, bertanya dan mencatat.

Ia ingin mengetahui dari sumber yang berbeda~beda soal aspirasi rakyat banyak. Jokowi merasa saya cukup mengetahui opini publik dari Aceh hingga Papua, dari hasil survei LSI Denny JA.

Terkesan oleh saya, sikap Jokowi memang otentik. Ia terasa rendah hati, dan sangat santun, tidak dibuat- buat dalam rangka pencitraan misalnya. Itu justru menambah nilai Jokowi di mata publik.

Semoga Jokowi terus seperti ini. Ia mengakhiri amanah jabatan presiden dengan Happy Ending. Ini tradisi baru, yang berbeda dengan semua Presiden Indonesia sebelumnya yang tidak berakhir dengan Happy Ending. (*)

(*) Transkripsi yang diedit dari Video EKSPRESI DATA Denny JA


Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Tinggalkan komentar