
Budaya, Kabarterdepan.com – Menjelang bulan suci Ramadan, banyak masyarakat Indonesia menjalankan tradisi nyekar, yaitu ziarah ke makam keluarga untuk mendoakan arwah yang telah tiada.
Tradisi ini merupakan bagian dari budaya dan spiritualitas yang telah diwariskan turun-temurun, terutama di kalangan masyarakat Jawa, Sunda, dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.
Selain mendoakan leluhur dan membersihkan makam, salah satu elemen penting dalam nyekar adalah menabur bunga di atas pusara. Bunga tabur tidak hanya berfungsi sebagai penghias, tetapi juga memiliki makna filosofis yang dalam.
Setiap jenis bunga yang digunakan dalam ziarah melambangkan doa, harapan, dan penghormatan bagi arwah yang telah berpulang.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa jenis bunga tabur yang sering digunakan beserta maknanya:
1. Bunga Mawar
Makna: Kasih sayang, penghormatan, dan kesucian.
Bunga mawar adalah salah satu bunga yang paling umum digunakan dalam tabur bunga. Mawar merah melambangkan cinta, keberanian, dan penghormatan kepada yang telah tiada, sementara mawar putih melambangkan ketulusan dan kesucian doa. Harum bunga mawar juga dipercaya membawa kedamaian bagi arwah yang telah berpulang.
2. Bunga Sedap Malam
Makna: Spiritualitas dan ketenangan.
Bunga ini memiliki aroma khas yang sering diasosiasikan dengan dunia spiritual. Dalam tradisi ziarah, bunga sedap malam dipercaya membawa ketenangan dan membantu menghubungkan doa dengan arwah leluhur.
3. Daun Pandan
Makna: Kesucian dan ketulusan doa.
Meskipun bukan bunga, daun pandan sering disertakan dalam bunga tabur karena aromanya yang harum. Daun ini melambangkan keikhlasan dalam mendoakan arwah serta sebagai peneduh suasana makam.
4. Bunga Kenanga
Makna: Ketenangan dan kesejahteraan.
Bunga kenanga memiliki wangi yang khas dan sering digunakan dalam berbagai ritual adat. Dalam tradisi nyekar, bunga ini melambangkan harapan agar arwah mendapatkan ketenangan dan kesejahteraan di alam baka.
5. Bunga Melati
Makna: Kesucian dan keikhlasan.
Melati sering digunakan dalam berbagai upacara adat dan keagamaan di Indonesia. Dalam tradisi nyekar, bunga ini melambangkan kesucian dan doa yang tulus bagi arwah yang telah meninggal dunia.
6. Bunga Kantil
Makna: Ikatan batin dengan leluhur.
Dalam budaya Jawa, bunga kantil memiliki filosofi mendalam, yaitu “kekantil” atau tetap dekat dengan leluhur. Oleh karena itu, bunga ini sering digunakan dalam ritual spiritual dan ziarah sebagai simbol ikatan batin yang tidak terputus antara yang masih hidup dan yang telah tiada.
7. Bunga Asoka
Makna: Ketenangan dan kebahagiaan.
Nama “Asoka” berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “tanpa duka.” Bunga ini sering digunakan dalam upacara keagamaan dan ziarah sebagai simbol harapan agar arwah yang telah berpulang mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan di alam baka.
8. Bunga Pacar Banyu
Makna: Harapan dan doa yang terang.
Bunga ini memiliki warna cerah dan sering digunakan dalam ziarah untuk melambangkan harapan serta doa yang tulus agar arwah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
Dengan memahami makna di balik setiap jenis bunga tabur, kita dapat lebih menghayati tradisi nyekar sebagai bagian dari budaya dan spiritualitas yang diwariskan secara turun-temurun. (Riris*)
