Membangkitkan Kembali Tupperware

Avatar of Redaksi
Febrianti Setyastuti, sales force Tupperware dari Mojokerto.
Febrianti Setyastuti, sales force Tupperware dari Mojokerto. (Istimewa)

Ekomomi dan Bisnis, Kabarterdepan.com – Pada 18 September 2024, Tupperware Brands Corp, produsen perlengkapan rumah tangga Tupperware, mengajukan kebangkrutan di Amerika Serikat. Kondisi perusahaan yang sudah berusia 76 tahun itu sedang tidak sehat. Meski begitu, Tupperware internasional tidak menghentikan operasinya secara total.

Pengajuan kebangkrutan itu merupakan cara legal dari perusahaan untuk melakukan restrukturisasi keuangan dan operasional.

Salah satu imbas dari restrukturisasi itu adalah penutupan sementara di banyak negara termasuk Tupperware Indonesia yang berhenti beroperasi sejak 31 Januari 2025 lalu.

Saat ini, operasional yang masih dipertahankan untuk kawasan Asia Tenggara adalah di Malaysia saja. Selain karena manajemennya sehat, Malaysia juga dianggap paling mudah dijangkau oleh negara-negara Asia Tenggara yang lain.

Para sales force (julukan untuk penjual Tupperware) dari Indonesia beberapa di antaranya masih berusaha untuk mendapatkan barang dari Malaysia.

Tanggal 19 Agustus 2025 lalu, Tupperware Malaysia merayakan 60 tahun kehadiran Tupperware di Malaysia. Meski acara itu diselenggarakan di Malaysia, namun ada beberapa sales force dari Indonesia yang juga hadir di acara itu.

Febrianti Setyastuti, sales force Tupperware dari Mojokerto foto bersama Mr. Michael Bian, perwakilan headquarters Tupperware.
Febrianti Setyastuti, sales force Tupperware dari Mojokerto foto bersama Mr. Michael Bian, perwakilan headquarters Tupperware.

Tupperware Mojokerto

Salah satu yang hadir dalam acara 60 Tahun Tupperware Malaysia adalah Febrianti Setyastuti, sales force Tupperware dari Mojokerto.

Ibu rumah tangga yang akrab dipanggil Febri itu adalah sales force yang pertama berjualan Tupperware secara resmi di wilayah Mojokerto sejak 2004. Dia juga satu-satunya sales force dari Mojokerto yang selalu dapat bonus trip keluar negeri setiap tahun berturut-turut sejak 2008 sampai tahun 2019.

“Saya mulai jual Tupperware di Mojokerto sejak 2004. Saat itu belum ada yang secara serius berjualan Tupperware di Mojokerto. Makanya saya orang Mojokerto pertama yang dapat bonus trip keluar negeri dari Tupperware,” terang Febri.

Kegiatan bonus trip keluar negeri berhenti saat pandemi. Dan setelah pandemi berlalu, Tupperware internasional tampaknya kesulitan mengembalikan kondisi seperti sebelum pandemi hingga berujung Tupperware mengajukan kebangkrutan tahun lalu itu.

Kehadiran Febri ke perayaan 60 tahun Tupperware Malaysia merupakan bentuk keseriusan Febri terhadap pelanggannya yang hingga sekarang membeli Tupperware ke dia. Khususnya pelanggannya dari Mojokerto.

Perayaan tersebut juga dihadiri Mr. Michael Bian, perwakilan headquarters Tupperware. Momen ini juga diharapkan bisa menjadi pertanda bahwa Tupperware sekarang ini sedang berusaha bangkit kembali.

Di acara tersebut, Febri dan suami juga sempat berbincang dengan Mr Michael. Mereka sempat mencatat pesan dari Mr. Michael, “Tupperware itu punya IP (intelectual property) yang sangat hebat. Pasti kami akan bangkit kembali. Dan di Indonesia, why not? Marketnya sangat besar. Jadi kami akan kembali ke Indonesia.”

Febri sendiri meyakini bahwa emak-emak di Indonesia tak akan bisa meninggalkan Tupperware. Produk-produknya selalu dibutuhkan. Mulai dari perlengkapan bekal anak sekolah, toples lebaran, hingga perlengkapan dapur yang lain.

Tupperware memang sudah sangat identik dengan emak-emak di Indonesia. Para ibu merasa lebih tenang hatinya jika anak mereka memakai produk Tupperware untuk bawa bekal ataupun minuman ke sekolah.

Dan meski saat ini Tupperware Indonesia masih dibekukan, kita masih bisa membeli produk-produk Tupperware dari Malaysia di showroom milik Febri di Tupperware Mojokerto, Jalan Dahlia no. 18 Perumda Sooko Mojokerto, atau bisa menghubungi melalui WA 082110200300 untuk mendapatkan katalog produk yang tersedia. (Hasyim)

Responsive Images

You cannot copy content of this page