
Jombang, Kabarterdepan.com – Seorang petani milenial di Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, membuktikan bahwa teknologi green house mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah dari budidaya melon premium. Adalah Bagus Andri (31), yang kini sukses mengembangkan ratusan batang melon kualitas ekspor di lahan terbatas.
Di dalam green house miliknya, Bagus membudidayakan tiga varietas unggulan yang menjadi primadona pasar, yakni Sweet Net Vietnam, Sweet Hami, dan Sweet Net 8 Thailand. Ketiga jenis ini dipilih karena karakteristiknya yang unik; memiliki aroma yang sangat harum, tekstur daging buah yang renyah, serta tingkat kemanisan yang konsisten.
“Kalau musim hujan memang lebih sulit tantangannya. Kelembaban tinggi memicu jamur dan busuk batang, sehingga penyemprotan harus ekstra, bisa dua sampai tiga kali sehari,” tutur Bagus saat ditemui di sela-sela aktivitas panennya, Kamis (19/2/2026).
Kondisi ini jauh berbeda saat musim kemarau, di mana perawatan cenderung lebih ringan dengan intensitas penyemprotan hanya seminggu sekali.
Namun, kedisiplinan Bagus dalam manajemen perawatan membuahkan hasil manis. Pada panen keempatnya tahun ini, ia berhasil menjaga kualitas 825 batang tanamannya tetap optimal hingga masa petik 70 hari.
Permintaan Melon Premium Tinggi Meski Pasar Lokal

Meski saat ini pemasaran masih berfokus di seputar wilayah Jombang, permintaan pasar lokal tergolong sangat tinggi. Kehadiran melon premium ini menjadi angin segar bagi para pencinta buah di Jombang yang menginginkan buah segar berkualitas tinggi tanpa harus menunggu kiriman dari luar kota.
“Alhamdulillah walaupun pemasaran lokal tapi selalu ada yang order bahkan sebelum panen,” jelasnya.
Melalui ketekunannya, Bagus Andri membuktikan bahwa keterbatasan lahan dan faktor cuaca bukan penghalang untuk meraup untung dari sektor pertanian modern.
Kualitas premium ini pun diakui langsung oleh para pembeli setianya. Hasyim, salah satu pelanggan yang sengaja datang ke lokasi untuk memetik buah langsung dari pohonnya, mengaku terkesan dengan rasa melon hasil budidaya Bagus.
“Rasanya beda dengan melon pasar biasa. Ini teksturnya sangat crunchy (renyah) dan manisnya pas di lidah, aromanya juga segar sekali. Meskipun harganya Rp 30 ribu per kilogram, tapi sebanding dengan kualitas yang didapat, apalagi bisa pilih dan petik sendiri di kebun,” ujar Hasyim. (Karimatul Maslahah)
