Ratusan Warga Terserap Program MBG, Akses Pupuk Subsidi Petani Camplong Jadi PR

Avatar of Jurnalis: Ririn
MBG di Musrenbang kecamatan camplong dihadiri Sekda Kabupaten Sampang, beserta Forkopimcam (fais/kabarterdepan.com)
Musrenbang kecamatan camplong dihadiri Sekda Kabupaten Sampang, beserta Forkopimcam (fais/kabarterdepan.com)

Sampang, Kabarterdepan.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Sampang Tahun 2027 yang digelar di Kecamatan Camplong, Selasa (03/02/2026).

Di tengah optimisme terhadap dampak positif program MBG, persoalan klasik berupa sulitnya akses pupuk subsidi bagi petani turut mencuat dalam sesi diskusi.

Utamakan Program MBG

Plt Camat Camplong, Moh Maulid, memaparkan bahwa hingga saat ini telah beroperasi 10 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 14 desa di wilayah Camplong.

“Program ini bukan hanya menyasar pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi karena mampu menyerap ratusan tenaga kerja lokal,” ujar Maulid.

Maulid menjelaskan, setiap unit SPPG merekrut hingga 40 tenaga kerja. Dengan demikian, total sekitar 400 warga lokal telah terserap dan diberdayakan melalui program tersebut.

“Ini langkah nyata percepatan penurunan kemiskinan di Kecamatan Camplong,” tambahnya.

Maulid juga meminta para pengelola SPPG agar tetap fokus pada pemenuhan gizi pelajar, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA, sesuai dengan tujuan utama Program MBG.

Namun demikian, Musrenbang juga diwarnai keluhan dari perwakilan masyarakat terkait sulitnya memperoleh pupuk subsidi. Anggota DPRD Kabupaten Sampang dari daerah pemilihan setempat, Jakfar, mendorong pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan distribusi pupuk.

“Tentu dengan memperbarui data RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) agar penyalurannya benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Menurut Jakfar, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi mayoritas warga Kecamatan Camplong, sehingga persoalan pupuk tidak boleh terus berlarut.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, H. Yuliadi Setiyawan, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Yuliadi mengapresiasi keberhasilan Dapur MBG sebagai terobosan ekonomi sekaligus sosial.

“Terkait pupuk, kami minta dinas terkait bersama aparat desa untuk memvalidasi kembali data petani, agar bantuan subsidi benar-benar sampai ke tangan yang berhak,” tegas Yuliadi.

Menurutnya, sinkronisasi antara ketahanan pangan dari sektor pertanian dan keberhasilan program gizi gratis menjadi kunci peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sampang pada 2027.

“Dengan tersedianya lapangan kerja di SPPG serta solusi atas persoalan pupuk, kami berharap kesejahteraan masyarakat Camplong dapat meningkat secara signifikan, seiring dengan perbaikan kualitas SDM dan penurunan angka kemiskinan,” pungkasnya. (Fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page