MBG di Kota Yogyakarya Bakal Dimulai 17 Februari, Dimulai dari Umbulharjo dan Kotagede

Avatar of Redaksi
mbg
Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Manusia, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Agus Salim. Foto (Agus Salim for Kabarterdepan.com)

Yogyakarta, kabarterdepan.com – Pemerintah Kota Yogyakarta menyampaikan kemungkinan pelaksanaan program pemerintah pusat Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dimulai pada 17 Februari 2025.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Agus Salim. Kendati begitu pihaknya belum bisa memastikan secara pasti karena dalam pelaksanaannya dilakukan langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGM).

Ia menyampaikan, sedianya program tersebut akan dimulai pada awal Februari lalu namun harus diundur.

“Kalau tidak ada perubahan lagi kemungkinan tanggal 17 nanti,” saat dihubungi pada Sabtu (8/2/2025).

Pelaksanaan MBG

Saat dihubungi kabarterdepan.com, ia menyampaikan jika dalam awal pelaksanaan MBG akan dilakukan di 2 Kemantren yakni Umbulharjo dan Kotagede. Pelaksanaan di dua lokasi tersebut disebutnya akan melibatkan pihak ketiga.

“Dua-duanya (penyedia makanan) merupakan pihak ketiga yang bekerjasama dengan Badan Gizi Nasional,” ujarnya.

Agus menyampaikan dalam pelaksanaanya Agus menyebut tidak semua sekolah di dua Kemantren tersebut mendapatkan jatah makan MBG mengingat keterbatasan dapur.

“Nggak semua (sekolah), jadi 1 dapur melayani maksimal 3.500 pax. Ini yang menyelenggarakan langsung dari BGN,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi menyampaikan jika koordinator MBG berada di Bappeda. Kendati begitu dalam program ini, pihaknya diberikan kewenangan yang cukup penting.

“Kalau Dinas Pertanian kita diberikan tugas melakukan pengawasan mutu bahan pangan dan melakukan edukasi di dapur terkait menu Beragam, Bergizi, Berimbang, dan Aman (B2SA). Kalau dulu kita kenal 4 sehat 5 sempurna,” ujarnya.

Ia menyampaikan harapan jika bahan pangan yang yang dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan makan berasal dari para petani yang ada di Kota Yogyakarta.

“Kalau bahan pangan kita berharap dari kelompok tani. Cuma nggak mungkin karena kebutuhan kita untuk mencukup 107 ribu siswa (se Kota Yogyakarta) disuplai dari para petani dalam kota,” ujar Sukidi.

“Karena kalau bahan pangan seperti beras sudah gak mungkin, tapi kita bisa untuk menyediakan ikan dan buah buahan, terutama sayur. Untuk ikan seperti lele gurame dan juga karper,” imbuhnya.

Ia menyampaikan telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk memetakan ebutuhan apa yang bisa dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan Makan Bergizi Gratis. Pihaknya menyebut juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan hingga Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page