MBG Berujung Petaka, 89 Siswa SMAN 1 Sungai Rumbai Diduga Keracunan Massal

Avatar of Jurnalis: Ririn
MBG Diduga Picu Gangguan Kesehatan, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
MBG Diduga Picu Gangguan Kesehatan, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit. (Sumber:Andikaputra/Kabarterdepan.com)

Dharmasraya, Kabar TerdepanMBG atau Makanan Bergizi Gratis yang sejatinya dirancang untuk mendukung kesehatan dan pemenuhan gizi pelajar justru diduga berakhir petaka di Kabupaten Dharmasraya.

MBG diduga menjadi pemicu insiden kesehatan massal setelah sebanyak 89 siswa SMAN 1 Sungai Rumbai, lima ibu hamil, serta dua pegawai program di wilayah tersebut mengalami gejala yang mengarah pada keracunan usai mengonsumsi makanan yang dibagikan di sekolah, Rabu (04/02/2026).

Akibat kejadian itu, puluhan siswa yang mengalami gangguan kesehatan terpaksa dilarikan ke RSUD Sungai Rumbai dan Puskesmas Sungai Rumbai untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Para korban mengeluhkan mual, muntah, diare, hingga demam yang muncul tak lama setelah menyantap makanan yang dibagikan di lingkungan sekolah.

Makanan tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sang Surya yang menjadi penyedia konsumsi untuk kegiatan di sekolah tersebut.

Salah seorang wali murid, Murni (36), nama samaran, mengaku panik setelah menerima kabar anaknya harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Saya dihubungi anak saya, dia menyampaikan kondisinya dan sekarang sedang dirawat di RSUD Sungai Rumbai,” ujar Murni kepada media ini.

Ia menuturkan, anaknya mulai merasakan gangguan kesehatan tidak lama setelah menyantap makanan di sekolah.

“Menurut keterangan anak saya, dia mengalami mual, muntah, dan diare setelah makan di sekolah,” jelasnya.

MBG Diduga Picu Gangguan Kesehatan, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMAN 1 Sungai Rumbai, Rini Susila, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan media ini melalui pesan WhatsApp terkait menu yang disajikan serta jumlah pasti siswa terdampak belum mendapatkan respons, meski yang bersangkutan terpantau dalam kondisi daring.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Jasman Rizal, menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih melakukan pendalaman dan belum dapat memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

“Kita belum bisa menduga itu keracunan atau tidak. Saat ini sedang dilakukan pengecekan serta pengambilan sampel, apakah berasal dari makanan hari ini atau makanan kemarin,” ujar Jasman Rizal saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, proses pengambilan sampel makanan dan pendataan korban masih terus dilakukan guna memastikan sumber dan penyebab kejadian secara akurat.

Kasus ini menyita perhatian publik karena program tersebut merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya pelajar.

Dugaan keracunan massal ini juga memunculkan desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan pangan, pengawasan dapur penyedia, serta mekanisme distribusi makanan ke sekolah-sekolah.

Media ini akan terus memantau perkembangan kasus tersebut sembari menunggu hasil pemeriksaan resmi dari instansi berwenang. (Dicka)

Responsive Images

You cannot copy content of this page