Dukung Pelestari Muda, MATRA Apresiasi 2 Srikandi Tari SMAN 1 Sampang

Avatar of Redaksi
matra
Bustomi saat menjadi panitia kedatangan para raja nusantara di pendopo Sampang (fais/kabarterdepan.com)

Sampang, kabarterdepan.com – Kiprah dua siswi SMA Negeri 1 Sampang, Desi Luluk Sofia dan Ayudia Indah Kirana, sebagai pegiat pelestari budaya Madura terus menuai apresiasi. Kali ini, dukungan datang dari Wakil Ketua Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) DPD Sampang, Bustomi.

Bustomi menilai langkah dua srikandi muda tersebut sebagai wujud nyata kepedulian generasi muda terhadap kelestarian budaya lokal, khususnya seni tari tradisional di Kabupaten Sampang.

“Kami sangat mengapresiasi semangat dan keberanian Desi dan Indah. Di usia yang masih sangat muda, mereka sudah memiliki keinginan kuat menjadi pegiat pelestari budaya Sampang. Ini bukan hal yang mudah dan patut didukung bersama,” ujar Bustomi, Sabtu (20/12/2025).

Menurut Wakil Ketua MATRA, keberadaan pelestari budaya muda seperti Desi dan Indah harus mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat.

MATRA Dorong Pemkab Sampang

Mulai dari pihak sekolah, dinas-dinas terkait, para budayawan, hingga masyarakat luas, memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mendorong dan menguatkan langkah generasi muda pelestari budaya.

“Mereka tidak boleh berjalan sendiri. Harus disupport penuh, baik oleh sekolah, pemerintah daerah melalui dinas terkait, para budayawan, maupun masyarakat. Pelestari muda adalah aset penting bagi masa depan budaya kita,” tegasnya saat dihubungi kabarterdepan.com melalui pesan whatsapp, Rabu (24/12/2025).

WhatsApp Image 2025 12 24 at 12.07.01 PM
Desi dan Indah saat diwawancarai kabarterdepan setelah melakukan aksi bakti sosial sabtu lalu (fais/kabarterdepan.com)

Bustomi juga optimistis, dengan hadirnya generasi muda yang aktif mengelola sanggar tari dan tampil di ruang publik, seni dan budaya Madura, khususnya di Sampang, akan semakin dikenal dan terangkat.

“Insya Allah, dengan adanya mereka, budaya-budaya Madura, khususnya Sampang, akan terangkat. Seni tari di Sampang itu sangat luas, beragam, penuh makna, dan sarat nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga dan diwariskan,” jelasnya.

Bustomi berharap, dukungan konkret dapat segera diwujudkan dalam bentuk pembinaan, fasilitas, serta ruang ekspresi yang lebih luas bagi para pelestari budaya muda.

Dengan demikian, seni tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang di tengah arus modernisasi.

“Jika generasi mudanya peduli, maka budaya tidak akan punah. Desi dan Indah adalah contoh nyata bahwa pelajar juga bisa menjadi garda terdepan pelestari budaya lokal,” pungkas Bustomi. (Fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page