
Pasaman, Kabarterdepan.com – Tumpukan sampah tampak menggunung di kawasan Pasar Rao, Kabupaten Pasaman, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut memicu keluhan warga dan pedagang karena dinilai mengganggu kenyamanan serta aktivitas jual beli di pusat perekonomian itu.
Bau tidak sedap mulai tercium, terutama saat siang hari. Sampah yang belum terangkut membuat wajah pasar terlihat kumuh dan semrawut.
Salah seorang warga Rao, PN (47), saat ditemui Rabu (11/2), mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar kurang lebih 2 pekan.
“Sudah 2 minggu belum diangkut. Baunya mulai menyengat, apalagi kalau cuaca panas. Kami khawatir juga dampaknya terhadap kesehatan, karena ini kan pasar, tempat orang ramai beraktivitas,” ujarnya.
Warga Berharap Pasar Rao Bersih
PN berharap persoalan itu segera ditangani agar Pasar Rao kembali bersih dan nyaman.
“Pasar ini wajah ekonomi masyarakat. Kalau kotor tentu tidak enak dilihat,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PRKPLH) Kabupaten Pasaman, Hasrizal, S.Sos melalui Kabid Kebersihan Irwan Rudi, saat dikonfirmasi Kabarterdepan.com, Rabu (11/2/2026) malam, membenarkan adanya keterlambatan pengangkutan.
Kendaraan Sampah Rusak
Ia menjelaskan, kendaraan amrol pengangkut kontainer sedang dalam proses perbaikan sejak Sabtu lalu.
“Kendaraan amrol pengangkut kontainer sedang diperbaiki sejak Sabtu sampai hari ini, Rabu. Jadi kontainer di Pasar Rao belum terangkut sekitar lima hari,” jelas Irwan.
Menurutnya, kerusakan terjadi karena faktor usia armada yang sudah cukup lama beroperasi.
“Mobil rusak karena usia kendaraan sudah tua. InsyaAllah kalau sudah selesai diperbaiki, kontainer akan langsung kami angkut sampai bersih. Bahkan bisa tiga sampai empat kali dalam sehari,” pungkasnya.
Pihak dinas memastikan pengangkutan akan dilakukan secara intensif begitu kendaraan kembali normal. Masyarakat pun berharap persoalan ini segera teratasi agar kebersihan Pasar Rao terjaga dan aktivitas ekonomi tidak terganggu. (FajarPR)
Editor: Ahmad
